Rabu, 8 April 2026

TKW Dibunuh di Arab

Si Oneng Berang Atas Kematian TKI Kikim Komalasari

Rieke Diah Pitaloka merasa berang atas penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya TKW asal Cianjur Jawa Barat, Kikim Komalasari.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka merasa berang atas penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya TKW asal Cianjur, Jawa Barat, Kikim Komalasari, di Arab Saudi.

Rieke atau yang lebih dikenal sebagai 'Oneng' dalam serial komedi Bajaj Bajuri, menuturkan bahwa Kikim meninggal tiga hari yang lalu. Mayatnya ditemukan di dalam tong sampah. "Katanya sudah diotopsi tiga hari yang lalu," ujar Rieke kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Jumat (19/11/2010).

Dengan nada kesal Oneng menjelaskan bahwa ada keanehan dengan Menakertrans yang tidak mau melakukan moratorium pengiriman TKI ke luar negeri sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi. "Pemerintah hanya menjadikan TKI sebagai komoditas bukan sebagai orang," katanya.

Tidak berpihaknya kebijakan pemerintah terhadap perlindungan TKI, menurut Rieke, menjadi penyebab terjadinya kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya TKI di Arab Saudi. Tercatat selama tahun 2009, 1.107 TKI meninggal akibat kekerasan.

Menurut Oneng, Pemerintah hanya melihat keuntungan saja dengan pengiriman TKI keluar negeri sebagai pencipta devisa yang tinggi dalam Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tetapi uang yang dihasilkan TKI tidak kembali kepada para pahlawan devisa tersebut.

"Seharusnya training tidak diberikan oleh swasta (PJTKI), tetapi itu harus ditanggung negara dan memiliki akreditasi kemudian baru mereka yang dianggap layak baru bisa berangkat," paparnya.

Sebelum berangkat TKI sudah dipotong 15 USD, dan potongan Rp 400 ribu untuk asuransi. "Bayangkan saja berapa uang yang didapat negara bila TKI di luar negeri sebanya 60 ribu orang. Harusnya uang-uang itu kembali kepada TKI berupa training, pengurusan dokumen, bahkan sampai perlindungan advokasi," ujarnya.

Meski begitu, tetap saja perlindungan TKI di luar negeri sangat lemah. Bahakn dalam Instruksi Presiden, prioritas pembangunan nasional tidak disebutkan TKI di dalamnya. "Sebenarnya mereka (TKI) diabaikan," imbuhnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved