Rabu, 10 Juni 2026

Buysro Muqoddas Mengurai Komando Jihad

Busyro Muqoddas: Komando Jihad Dihidupkan Intelijen (2)

Selesai pada 1962, Komando jihad dihidupkan kembali oleh intelijen dalam wujud Komando Jihad.

Tayang:
Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribun Jogja Mona Kriesdinar

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Dalam buku berjudul Hegemoni Rezim Intelijen: Sisi Gelap Peradilan Komando Jihad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menyebut perjuangan Soekarmadji Maridjan Kartosuwiryo yang mencita-citakan syariat Islam di Indonesia sebenarnya telah selesai pada 1962. Namun kelompok itu dihidupkan kembali oleh intelijen dalam wujud Komando Jihad. Lantas kelompok tersebut dihancurkan kembali untuk memenangkan Golongan Karya pada 1971.

Jenderal Purn AM Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mengaku tak bisa memberikan komentar membenarkan ataupun menyalahkan hipotesa tersebut. Alasannya, waktu itu dirinya masih berada di jajaran perwira Kopassus yang tak terlibat dengan segala permasalahan politik nasional.

Buku Buysro mengutip kesaksian Sarjuni, mantan tahanan kasus Komando Jihad di Jawa Timur.  Sarjuni yakin Komando Jihad buatan pemerintahan pusat. Petunjuk lain bermunculan dalam persidangan Danu Muhammad Hasan, seorang tokoh Negara Islam Indonesia (NII), yang belakangan diketahui bekerja sebagai operator intelijen.

Hendropriyono mengungkapkan fungsi penggalangan oleh intelijen memang kerap terlihat ganjil oleh masyarakat umum.  Semisal tentang tokoh DI/TII dari Aceh, Abu Jihad alias Fauzi Gedong Hasbi, yang bersikap kooperatif ketika tertangkap saat makan dengan Dandim di Aceh.

Hendropriyono sepakat dengan informasi yang ditulis Buysro, Komando Jihad merupakan permainan Ali Moertopo selaku Operasi Khusus (Opsus).  Hal ini juga terungkap lewat pengakuan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin), Soetopo Joewono.

Hendropriyono menyebut fenomena  itu seperti sebuah permainan antara siapa yang mengendalikan dan siapa dikendalikan. Maksud Ali Moertopo mengandalikan Komando Jihad untuk keperluan politik, namun tidak terkendali sampai kemudian ditumpas Jenderal LB Moerdani. (Bersambung)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved