Skandal Nazaruddin
Gulfstream G550 Hanya Butuh 18 Jam Kolombia-Indonesia
Pesawat Gulfstream G550 yang digunakan hanya membutuhkan waktu maksimal 18 jam untuk menempuh rute Kolombia-Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Molornya waktu kedatangan buronan interpol yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, hingga 36 jam diduga ada intrik dan lobi-lobi tertentu yang dilakukan tim penjemput selama berada di atas pesawat.
Pasalnya, pesawat Gulfstream G550 yang digunakan hanya membutuhkan waktu maksimal 18 jam untuk menempuh rute Kolombia-Indonesia. Hal ini disampaikan mantan Kepala Staf Angkatan Udara yang juga pengamat penerbangan,
Belakangan, mantan Kepala Staf Angkatan Udara sekaligus pengamat penerbangan Chappy Hakim, mengatakan waktu penerbangan Kolombia-Indonesia dengan menggunakan pesawat jet Gulfstream G550 hanya membutuhkan waktu maksimal 18 jam. Waktu tempuh 18 jam pesawat mewah tersebut sudah termasuk transit untuk isi bensin.
"14 atau 16 jam sudah cukup untuk sampai di Indonesia. Gulfstream G550 mampu terbang langsung dari Washington ke Singapura," ujar Chappy, Minggu (14/8/2011).
Seperti yang diberitakan, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Kolombia Made Subagia, mengatakan pesawat yang menjemput Nazaruddin memerlukan waktu sekitar 36 jam untuk sampai di Indonesia. Sementara pejabat Polri yang memimpin pengejaran Nazaruddin, Brigjen Pol Anas Yusuf, menjelaskan pesawat sempat berhenti dua kali karena gangguan cuaca.
Pesawat penjemput Nazaruddin telah berangkat pukul 17.00 waktu Bogota dan berhenti di Barbados, Kepulauan Karibia. Anas menjelaskan kemudian pesawat terbang menuju Dakkar dan dilanjutkan ke Senegal. Ketika hendak menuju Nairobi, pesawat terpaksa berhenti di Kongo selama kurang lebih dua jam karena kemungkinan izin yang belum sampai.
"Dari Nairobi ke Maldives, kemudian langsung ke Indonesia," imbuh Anas. (*)