Jumat, 17 April 2026

Rantai Pasok Dituntut Transparan, Pemerintah Ajak Pelaku Usaha Perikanan Terapkan Stelina

Penerapan sistem ini sejalan dengan arah pengembangan perikanan berkelanjutan, sekaligus memastikan transparansi rantai pasok.

Tribunnews.com
SEKTOR PERIKANAN - Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf. Ia menyebut konsumen global kini semakin menuntut informasi yang jelas mengenai asal-usul produk perikanan, termasuk metode penangkapan maupun praktik budi daya, serta dampaknya terhadap kelestarian ekosistem. 

Ringkasan Berita:
 
  • KKP dorong penerapan Stelina untuk tingkatkan daya saing perikanan.
  • Sistem ini memastikan transparansi, legalitas, dan ketertelusuran produk.
  • Stelina gunakan QR code untuk integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak pelaku usaha perikanan untuk menerapkan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina) sebagai langkah strategis guna meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

Penerapan sistem ini sejalan dengan arah pengembangan perikanan berkelanjutan, sekaligus memastikan transparansi rantai pasok serta pemanfaatan sumber daya perikanan yang sesuai dengan daya dukung ekosistem.

Baca juga: Fasilitasi Perikanan Desa, NHM Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal

“Produk perikanan yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar produk yang berkualitas, tetapi juga yang berasal dari rantai pasok yang legal, transparan, tertelusur, serta menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial,” kata Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, Jakarta, dikutip Sabtu (11/4/2026).

Ia menyebut, konsumen global kini semakin menuntut informasi yang jelas mengenai asal-usul produk perikanan, termasuk metode penangkapan maupun praktik budi daya, serta dampaknya terhadap kelestarian ekosistem.

Oleh karena itu, ketertelusuran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan pasar.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, KKP pada 8 April 2026 telah menyelenggarakan Seafood Traceability Technical Alignment and Industry Engagement Workshop untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha perikanan mengenai pentingnya penerapan sistem ketertelusuran.

“Kebutuhan pasar tersebut kita jawab dengan Stelina,” tegasnya.

Didit juga memastikan, program prioritas Presiden Prabowo, yakni pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil perikanan melalui dukungan sistem ketertelusuran yang jelas.

Dengan demikian, Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga mampu terhubung dengan pasar global.

Lebih lanjut Ia menyampaikan, peran serta dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional, dinilai sangat penting dalam mendorong penguatan sistem ketertelusuran nasional.

Karena itu, workshop bertajuk Seafood Traceability Technical Alignment and Industry Engagement menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dalam membangun sistem ketertelusuran nasional yang semakin baik.

“Saya yakin langkah bersama yang kita lakukan hari ini menjadi sumbangsih nyata dalam mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Senada, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menyebut Stelina sebagai solusi kolaboratif berbasis interoperabilitas antarsistem, dengan luaran berupa teknologi QR code yang akan memperkuat integrasi sistem dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, sistem ini memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai ketertelusuran produk perikanan kepada konsumen.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved