Polemik Saiful Mujani
Elite PAN Dradjad Wibowo Sebut Narasi Jatuhkan Prabowo sebagai 'Api Berbahaya'
radjad Wibowo, melontarkan kritik balik terhadap pernyataan Saiful Mujani terkait narasi penggulingan Presiden Prabowo Subianto.
Ringkasan Berita:
- Dradjad Wibowo menilai pernyataan Saiful Mujani soal menjatuhkan Prabowo Subianto bukan lagi kritik objektif, melainkan berpotensi menjadi hasutan berbahaya.
- Dradjad menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih stabil dan tidak menunjukkan tanda krisis atau chaos yang dapat membenarkan narasi penggulingan pemerintah.Meski mengkritik keras, Dradjad menyerahkan penilaian apakah pernyataan tersebut melanggar hukum kepada aparat penegak hukum dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ekonom sekaligus politisi senior PAN, Dradjad Wibowo, melontarkan kritik balik terhadap pernyataan Saiful Mujani terkait narasi penggulingan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Dradjad, pernyataan tersebut tidak lagi bisa dikategorikan sebagai kritik yang objektif, melainkan berpotensi menjadi hasutan yang berbahaya.
“Saya melihat ini bukan lagi kritik konstruktif, tetapi sudah menjadi api yang berbahaya,” ujarnya dalam pesan yang diterima, Sabtu (11/4/2026).
Dradjad menilai, pandangan yang disampaikan Saiful tidak bisa dilepaskan dari rekam jejaknya yang dinilai kerap bersikap negatif terhadap Prabowo.
Ia menyebut, sejak Pilpres 2014 hingga 2023, pernyataan Saiful dinilai konsisten menunjukkan ketidaksukaan terhadap sosok Prabowo.
“Dengan rekam jejak seperti itu, sulit melihat ini sebagai kritik yang objektif,” katanya.
Meski menilai pernyataan tersebut berpotensi mengarah pada hasutan, Dradjad menegaskan bahwa penilaian secara hukum bukan menjadi kewenangannya.
Ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dan ahli hukum untuk menilai apakah pernyataan tersebut melanggar aturan.
Dari sisi ekonomi, Dradjad menegaskan tidak ada indikator yang mendukung narasi penggulingan pemerintahan.
“Ekonomi kita memang tertekan, tapi masih tumbuh positif. Tidak ada indikator menuju krisis atau chaos,” ujarnya.
Dradjad juga menyinggung nilai tukar rupiah yang memang mengalami depresiasi, namun tidak sampai pada level ekstrem seperti yang diklaim sejumlah pihak.
Di sisi lain, pemerintah justru memilih menjaga harga BBM di tengah tekanan global, berbeda dengan banyak negara yang menaikkan harga energi.
Terkait isu potensi kekacauan (chaos), Dradjad menilai hingga kini tidak ada dasar kuat yang mendukung narasi tersebut.
Menurutnya, berbagai persoalan yang ada masih berada dalam ranah kebijakan dan belum mengarah pada krisis serius.
“Ini isu kebijakan, bukan alasan untuk penggulingan, apalagi chaos,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wawancara-khusus-ketua-dewan-pakar-pan-drajad-wibowo_20240430_144629.jpg)