Minggu, 12 April 2026

Isteri Irzen Octa Takut Kedatangan Debt Collector Citibank

Sebelum datang ke kantor Citibank Menara Jamsostek Jakarta Selatan, rumah Irzen Octa yang terletak di Budi Indah Tangerang

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebelum datang ke kantor Citibank Menara Jamsostek Jakarta Selatan, rumah Irzen Octa yang terletak di Budi Indah Tangerang sempat didatangi para debt collector Citibank sebanyak tiga kali.

Kedatangan debt collector pertama ke rumah Irzen terjadi pada Oktober 2010. Kala itu ada sekitar 5-6 orang yang datang dan menginap di rumah Irzen.

"Saat itu, suami saya baru datang dari kantor. Waktu itu sangat berisik sekali dengan bunyi motor mereka. Kemudian suami saya menyiapkan minuman lalu ke luar. Mau apa? saya tidak tahu," kata isteri alamarhum Irzen Octa, Essi Ronaldi dalam kesaksiannya di Pengadila Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2011).

Saat itu, Essi merasa ketakutan dan hanya memegang handphone untuk menelepon polisi bila terjadi sesuatu.

"Waktu itu saya takut dan kaget. Wktu itu, mereka tidak dipersilahkan masuk oleh suami saya, sehingga hanya berbicara di luar dan saya disuruh masuk. Saat itu hanya terdengar suara keras. Kemudian saya keluar dan nanya ada apa. Tapi saya kembali disuruh masuk sama suami saya," tutur Essi.

Essi pun tidak mengetahui secara jelas apa pembicaraan yang dilakukan para debt collector dengan suaminya, hanya ucapan "Bayar, bayar" saja yang terdengar.

"Akibat kejadian itu suami saya menjadi panas badannya karena belum makan. Kemudian saya menyuruh masuk suami saya dan berkata kepada mereka (debt collector). Bang maaf, katanya mau bayar, kalau sakit bagaimana bisa bayar," ungkapnya.

Pagi harinya para debt collector pulang dengan merangung-raungkan gas motor yang digunakannya. "Setelah itu mereka tidak datang lagi," ungkapnya.

Pada awal Maret 2011, seorang Debt Collector kembali datang ke kediaman Irzen Octa, seperti biasa Essi tidak tahu apa pembicaraan yang terjadi dengan suaminya. "Saya tidak tahu apa yang dibicarakan karena saya di dalam (rumah). Mereka tidak dipersilahkan masuk dan hanya di luar," ungkapnya.

Kemudian pada 28 Maret 2011, sehari sebelum suaminya meninggal, dua orang debt collector kembali datang menemui Irzen Octa.

"Waktu itu bapak memberikan minum pada mereka," ucapnya.

Pada 29 Maret 2011, pagi harinya sebelum Irzen berangkat ke luar rumah sempat berbicara kepada Essi kalau dirinya datang ke Citibank maka 10 persen hutangnya dianggap lunas. "Ia pun pergi. Waktu itu tidak ada rencana ke Citibank, karena banyak janji, sehingga saya tidak tahu dia di sana (Citibank)," ujarnya.

Kemudian pukul 17.00 WIB Essi mendapatkan kabar kalau suaminya meninggal dan berada di RSCM.

Irzen Octa tewas tanggal 29 Maret 2011. Saat itu dia mendatangi kantor Citibank Menara Jamsostek untuk mempertanyakan tagihan kartu kreditnya yang membengkak. Namun, bukannya mendapat penjelasan, Irzen justru diintrogasi tiga debt collector bank asing tersebut sampai akhirnya meninggal.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved