Jumat, 29 Agustus 2025

Bentrok di Bima

Walhi NTB: Polisi Tembak Pengunjuk Rasa Pakai Peluru Tajam

Koordinator Walhi NTB, Ali Usman Al Khairi menduga aparat kepolisian melakukan penembakan dengan menggunakan peluru tajam.

Editor: Ade Mayasanto
zoom-inlihat foto Walhi NTB: Polisi Tembak Pengunjuk Rasa Pakai Peluru Tajam
Ilustrasi bentrok berdarah

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Walhi NTB, Ali Usman Al Khairi menduga aparat kepolisian melakukan penembakan dengan menggunakan peluru tajam saat membubarkan aksi unjuk rasa berujung bentrok berdarah di Pelabuhan Ferry, Sape di Bima, NTB.

"Polisi membubarkan massa dengan tembakan mendatar dengan peluru tajam,"ujar Ali saat wawancara dengan TV One, Sabtu (24/12/2011).

Menurut Ali, benar memang polisi awalnya sudah memberikan tindakan tembakan peringatan ke udara. Akan tetapi, itu berlangsung sangat cepat dan secara tiba-tiba kepolisian menembak mendatar dengan peluru tajam.

Buktinya, lanjut Ali korban tewas bernama Arif Rahman (19) mengalami luka tembak lengan kanan tembus ke ketiak. Lalu Saepul(17) luka tembak dada tembus.

"Kalau dari informasi peringatan pakai peluru hampa lalu pakai peluru tajam tembakan mendatar," imbuhnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan