Si Seksi Pembobol Citibank

Ismail: Apa Pantas Saya Tanya Asal Usul Uang dari Mbak Inong

Saat melanjutkan pembacaan itu, jelas terdengar bahwa Ismail membacanya sembari menangis

Ismail: Apa Pantas Saya Tanya Asal Usul Uang dari Mbak Inong
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso P
Ismail bin Janim, Ipar dari Malinda Dee, yang ikut terseret dalam kasus penggelapan dana nasabah Citibank dalam sidang, Rabu (4/1/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berkali-kali Ismail bin Sanim, ipar Malinda Dee menegaskan ia tak pernah curiga uang puluhan miliar rupiah yang ditransfer mantan senior relation manager ke rekening BCA-nya.

Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2011), Ismail memulai pledoinya dengan membacakan riwayat hidupnya yang sederhana. Dia tinggal di lingkungan sederhana dengan pendidikan Diploma 1, dan pekerjaan serabutan. Hingga akhirnya jalan hidupnya berubah setelah bertemu Visca Lovitasari tahun 2006 lalu.

"Allah SWT mempertemukan saya dengan Visca, kebesaran dan keagungan Allah SWT telah membukakan sedikit demi sedikit pintu rezeki kepada kami menjadi lebih baik," ujar Ismail.

Sejak pernikahannya, Malinda Dee yang ia panggil sebagai "Mbak Inong," dan ia anggap sukses, berhasil dan mapan itu mulai membantunya. "Mbak Inong memberikan dukungan materiil sejak saya resmi menikahi adiknya, jauh sebelum perkara ini," tuturnya.

Tiba-tiba Ismail berhenti, di tengah pembacaan pledoi tersebut. Saat melanjutkan pembacaan itu, jelas terdengar bahwa Ismail membacanya sembari menangis. "Hati kecil saya sungguh trenyuh, dukungan materil diberikan oleh seorang kakak malah dianggap komisi pencucian uang," ujarnya.

Ismail pun kembali menghentikan pembacaan peldoinya karena tak kuat menahan tangis. Setelah beberapa saat terhenti, ia pun membaca dengan nada pilu. Kali ini adalah ia mencoba menjawab pertanyaan majelis hakim. "Apakah pantas saya menanyakan kepada mbak Inong mengenai asal usul uang yang diberikan kepada kami," jelasnya sembari sesekali terisak.

"Tingkat pendidikan saya yang rendah, membuat saya sama sekali tidak pernah berpikir dan berprasangka buruk mengenai asal usul uang itu," tambahnya.

Ia juga mengaku, bahwa transfer uang dari Mbal Inong selalu dilakukan dengan pemberitahuan terlebih dahulu. Oleh karena itu, ia pun sulit menduga bahwa uang yang ia terima adalah uang dari hasil penggelapan dana nasabah Citibank.

Ismail kembali membacakan pledoinya sembari terbata, ketika ia menyinggung bahwa atas kasus ini, istrinya juga terseret dan ditahan pihak yang berwajib, yang membuat dua anaknya yang berumur 2 dan 4 tahun menjadi terlantar.

"Saya menggantungkan kasih sayang dan masa depan putra-putri saya yang masih balita pada keputusan majelis hakim yang mulia," tandasnya.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Yudie Thirzano
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved