2 WNI Diduga Palsukan Riset saat Konferensi di Denmark, Kemendiktisaintek & UNY Lakukan Penyelidikan
Kemendiktisaintek telah melakukan penyelidikan terkait kasus dua WNI diduga memalsukan riset saat konferensi di Denmark. Ini hasilnya.
Ringkasan Berita:
- Kasus dua WNI yang diduga memalsukan hasil risetnya saat mengikuti konferensi ilmiah di Copenhagen, Denmark tengah viral di media sosial.
- Kemendiktisaintek pun telah melakukan penyelidikan dan menyatakan bahwa mereka bukan merupakan dosen atau peneliti aktif.
- UNY pun turut melakukan penyelidikan karena ada isu bahwa mereka merupakan alumni dari kampus tersebut.
- Ada nama kedua terduga pelaku yang tercatat dalam basis data di UNY.
TRIBUNNEWS.COM - Dunia pendidikan Indonesia tengah disorot setelah viralnya dugaan dua WNI bernama Rifaldy Fajar dan Prihantini memalsukan hasil risetnya saat mengikuti konferensi ilmiah di Copenhagen, Denmark.
Adapun sosok yang pertama kali memviralkan yakni Wa Ode Dwi Daningrat melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (25/5/2026).
Sosok yang akrab disapa Dwi ini merupakan salah satu peserta konferensi tersebut dan berprofesi sebagai peneliti di bidang clinical medicine di University of Oxford.
Sementara, konferensi tersebut bernama International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseas (ISPPD) 2026 dan berlangsung pada 17-21 Mei 2026.
ISPPD merupakan forum konferensi ilmiah global dengan fokus utama di bidang penumonia dan penyakit penumokokal. Forum ini pun dihadiri oleh ribuan ilmuwan hingga peneliti kesehatan yang berasal dari berbagai negara.
Baca juga: Jadi Tempat Edukasi, Balai Ternak di Lampung Jadi Rujukan Riset dan Magang Mahasiswa
Dwi pun membeberkan beberapa kejanggalan terkait hasil riset yang dipresentasikan oleh Rifaldy dan Prihantini.
Contohnya terkait 19 abstrak yang dipamerkan dalam forum tersebut. Ia menilai tidak masuk akal abstrak sebanyak itu bisa dibuat dalam waktu singkat.
Dwi lantas menduga bahwa abstrak itu dibuat dengan menggunakan artificial intelligence (AI).
Dugaannya itu membuat dirinya menilai bahwa abstrak itu berujung tidak akurat dan mengandung fabrikasi data.
Tentang kasus ini, ternyata sudah menjadi atensi pemerintah Indonesia, khususnya Kemendiktisaintek.
Bahkan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut melakukan investigasi tersendiri lantaran ada isu bahwa Rifaldy dan Prihantini merupakan alumni dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Mendiktisaintek: Rifaldy dan Prihantini Bukan Dosen atau Peneliti Aktif
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyebut bahwa Rifaldy dan Prihantini bukan merupakan dosen atau peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia.
"Berdasarkan informasi awal yang kami peroleh, pihak-pihak yang disebut dalam kasus ini tidak terindikasi sebagai dosen atau peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia," kata Brian dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).
Kendati demikian, Brian menegaskan kasus ini tetap menjadi perhatian pihaknya karena bisa berdampak terhadap persepsi internasional terkait ekosistem riset di Indonesia.
Dia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan fakta-fakta sebenarnya terkait kasus yang viral ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-riset.jpg)