Pembantaian Mesuji
Panglima TNI: Tidak ada Kegiatan TNI di Mesuji
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono memastikan tidak ada kegiatan TNI di Mesuji
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR -- Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono memastikan tidak ada kegiatan TNI di Mesuji. Pernyataan ini disampaikan Panglima TNI untuk membantah SMS berantai yang menyebutkan TNI terlibat pengamanan di Mesuji.
"Saya sesalkan adalah hal ini terjadi akibat dari SMS yang tidak bertanggung jawab yang seolah memberitakan TNI akan melakukan pelatihan di sana. Sama sekali tidak ada kegiatan TNI di sana," tegas Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (27/2/2012).
Menurut Panglima, personil TNI akan turun ke Mesuji jika kepolisian meminta bantuan. Dan sejauh ini, belum ada permintaan kepolisian agar TNI membantu.
"Kita tetap akan membantu kepolisian manakala kepolisian meminta. Namun demikian, kita tetap siapkan sedekat mungkin dengan lokasi, agar sewaktu-waktu diminta kita dapat segera lakukan. Kehadiran TNI disana, nanti manakala kepolisian meminta untuk membantu Polri di dalam penanganan keamanan di sana," lanjut Laksaman Agus Suhartono.
Agus mengatakan, berdasarkan UU maka TNI baru dapat membantu penanganan keamanan jika diminta Kepolisian. Sejauh tidak ada permintaan, TNI tidak bisa membantu karena bisa melanggar UU.
"Permintaan itu kan disesuaikan dengan eskalasi. Kalau sekarang kondisinya sudah mulai kondusif, terkendali, ya pasti polisi akan menangani sendiri," jelasnya.
Isi SMS berantai menyebutkan,Minggu 26 Februari akan diturunkan 120 TNI untuk mengawal pembangunan kembali pabrik PT BSMI.
SMS berantai ini pun langsung membuat petani geram. Karena tuntutan mereka agar hak guna usaha PT BSMI dicabut belum diamini. Malah timbul isu-isu di SMS berantai tersebut.