Kamis, 9 April 2026

Sidang Umar Patek

Megawati Lewati Gereja Sebelum Bom Meledak

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri diketahui melewati Gereja Oikumene Halim Perdana Kusumah sesaat sebelum bom meledak pada

Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri diketahui melewati Gereja Oikumene Halim Perdana Kusumah sesaat sebelum bom meledak pada malam Natal tahun 2000. Mega sedang diantarkan oleh Gubernur DKI saat itu Sutiyoso menuju bandara Halim Perdana Kusumah.

Keterangan itu disampaikan oleh Peter Boron saat bersaksi atas terdakwa Umar Patek di PN Jakarta Barat, Jakarta, Kamis (8/3/2012). Saat kejadian, Gereja Oikumene sedang merayakan ibadah Natal yang dimulai pada pukul 18.00 WIB. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, bom tersebut meledak.

"Keras sekali, semua langsung bubar," kata Peter.

Peter menceritakan umat langsung berhamburan keluar. Petugas kepolisian langsung mengamankan lokasi. Jumlah mereka besar karena sehabis menjaga presiden.

Peter menceritakan bau mesiu sempat tercium oleh umat yang duduk di deretan belakang gereja. Tidak berapa lama bom pun meledak di halaman gereja. Peter kemudian berjalan menuju parkiran. Ia menduga bom diletakkan di ban mobil miliknya yang berjenis Isuzu Panther. Insting pensiunan Angkatan Udara itu berdasarkan temuan di lapangan.

"Ban dan velg saya hilang. Mobil bergeser satu meter ke kanan. Aspalnya turun, jadi lubang. Antara ban dan pelek tidak terlalu besar, bom ditaruh di kiri itu perkiraan, bisa di kanan dan kiri. Saya yakin bom TNT di atas ban. Di aspal itu lubang bisa jadi bom di sebelah dalam ban," imbuhnya.

Peter mengaku tidak mengetahui otak pelaku itu Umar Patek. Namun, ia sempat menjadi saksi dalam perkara Abdul Jabar pelaku bom natal. Akibat bom tersebut, tujuh mobil yang berada di parkiran rusak parah. Tetapi tidak ada korban akibat peristiwa itu.

Menurut pengacara Umar Patek, Asludin Hatjani, saksi-saksi yang dihadirkan tidak mengetahui siapa pelaku utama dalam peristiwa itu. Ia enggan mengatakan apakah kesaksian itu meringankan atau meringankan kliennya.

"Yang jelas tidak ada yang menyatakan peristiwa bom natal berkaitan dengan Umar Patek," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved