Sabtu, 6 Juni 2026

Adik BJ Habibie Tutup Usia

Fanny Habibie Ingin Keluarganya Rukun

Anak terakhir Junus Effendi Habibie, Ade Habibie (36) masih mengingat betul pesan ayahnya sebelum

Tayang:
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak terakhir Junus Effendi Habibie, Ade Habibie (36) masih mengingat betul pesan ayahnya sebelum menghembuskan nafas terakhir di RS Cipto Mangunkusumo.

Fanny (74), sapaan akrab Junus, mengatakan kepada anak-anaknya agar selalu rukun. Apalagi ibu mereka, Miriam Habibie telah dipanggil menghadap Sang Khalik empat tahun lalu.

"Papa minta kita rukun keluarga, karena lumayan besar juga keluarga Habibie," kata Ade ketika ditemui di rumah duka Jalan Prapanca 39C, Jakarta, Senin (12/3/2012).

Alasan Fanny, kata Ade, agar selalu rukun adalah memberi teladan bagi keluarga lainnya. Ia pun menyebutkan ayahnya adalah sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap negara hingga meninggal pada hari ini 12 Maret 2012.

Ayah dua anak itu memang mengaku dekat dengan Fanny Habibie. Ade sering dibawa ayahnya mengikuti tugas di luar negeri. Mulai dari London hingga ke Amsterdam. Fanny juga sempat mengecap pendidikan di negeri Paman Sam (AS).

Ade selalu ingat ketika ia mentatto sebagian tubuhnya. Saat itu, ayahnya tidak sadar karena jarang bertemu. "Ayah agak kaget, mama juga. Mama bilang saya kecil bersih, sekarang dicorat-coret. Tapi papa bilang kalau kamu benar, enggak aneh-aneh, kerja yang benar, ya sudah," ujar Ade mengenang.

Ade merasa ayahnya itu memberikan kebebasan. Hal itu membuat ia dan kedua kakaknya tidak ada yang mengikuti jejak ayahnya untuk menjadi diplomat. "Papa memberikan kebebasan bagi anak-anaknya," kata pria yang memiliki sekolah Next Academy itu.

Fanny, kata Ade, mulai terlihat pendiam saat terakhir menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda. Saat itu, Fanny juga ditinggalkan istrinya. Padahal saat di negeri tulip itu, Fanny mendapatkan penghargaan dari Kerajaan Belanda.

Ia mendapat gelar karena dapat mempererat hubungan Indonesia-Belanda.
"Papa bisa bahasa Belanda fasih, di antara semua dubes Indonesia, dia yang fasih berbahasa Belanda," ujar Ade.

Kembali ke Indonesia, Fanny menjadi pendiam. Apalagi ia sudah tidak lagi bertugas di pemerintahan.
Penyakit-penyakit yang dulu dideritanya mulai kambuh. Adik kandung BJ Habibie itu sempat dirawat di RS Harapan Kita selama satu bulan.

Lepas dari situ, kondisi Fanny mulai membaik. Ia kemudian menjalani rawat jalan. "Kalau papa sudah marah-marah, kita senang, tandanya sudah sehat," imbuh Ade

Namun, penyakit yang diderita Fanny ternyata belum sembuh. Fanny kemudian mengalami penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan organ-organ lain tidak berfungsi. Ia lalu dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo dari RS Harapan Kita.
Nyawa Fanny tidak tertolong. Ia menghembuskan nafas terakhir pada pukul 07.00 WIB, Senin (12/3/2012). Fanny kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Lalu apa kegiatan Fanny saat purna dari duta besar? "Papa akhirnya bisa keliling Jawa naik mobil Alphard selama 10 hari. Ada dalam satu lintasan ia menyupir sendiri," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved