Selasa, 14 April 2026

Rencana Kenaikan Harga BBM

KNPI Tampik Diajak SBY ke China untuk Redam Gejolak BBM

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Taufan EN Rotorasiko angkat bicara mengenai kabar

Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Taufan EN Rotorasiko angkat bicara mengenai kabar yang menyatakan 50 pengurus KNPI diajak Presiden SBY ke China untuk meredam gejolak penolakan kenaikan harga BBM.

Ditegaskan TEN, sapaan ketum KNPI ini kepada Tribunnews.com, bahwa kabar itu tidak benar.

"Berita tersebut tidak benar," tegasnya kepada Tribunnews.com, Jakarta, Senin (19/3/2012).

Ia mengatakan, KNPI diundang oleh Pimpinan Pemuda China. Dan waktunya bersamaan dengan kunjungan Presiden SBY.

"KNPI di China 21-28 Maret mendatang. Presiden atau RI 1 di sana (China) 23-24 Maret," urainya.

Dia juga memastikan semua biaya kunjungan atas undangan Pimpinan Pemuda China 23-24 Maret itu murni memakai biaya KNPI. Tidak ada kaitannya dengan ajakan SBY.

"Biaya dari KNPI secara mandiri," tegasnya.

Beredar kabar, mendekati rencana kenaikan harga BBM, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meredam penolakan tersebut dengan mengajak sejumlah pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di tingkat pusat dan daerah berangkat ke China.

Informasi keberangkatan tersebut pun tersebar melalui pesan broadcast messenger via BlackBerry. Berikut isi broadcast messenger yang tersebar:

INILAH DAFTAR NAMA DAYANG-DAYANG "CANTIK dan SEXY" PENGHIBUR SBY

Para pemuda dan aktivis peserta yang akan berangkat ke China terdiri dari 18 DPP KNPI dan 28 DPD KNPI se-Indonesia disaat rakyat berjuang menolak kenaikan BBM, yaitu:

Taufan EN Rotorasiko,
Bintang Dimas Prabowo,
Fabian Sarundajang,
Laode Safiul Akbar Gani,
Servulus Bobo Riti,
Dian Rahardian Suherdi,
Arifin Djakani,
M. Syukur Mandar,
Abdul Chalid,
R. Jack Paskalis,
Arif Mustofa,
Arif Rahman,
Yudi Hendrawan Djuweli,
A. Mius Zakaria Said,
Nuzran Joher,
M. Nur Syam Halid,
M. Shoim Harris,
Baban Sarbana,
Ihsanuddin Marzuki Yusuf,
A. Yasyir Ridho Lubis,
Bertho,
A. Syah Mirzan,
M. Faisal,
Said Fariq,
Eko Sugianto Sirun,
Adib Alfikri,
Husni Mubarok Abidin,
Dody Rahmadi Amar,
Aden Abdul Khaliq,
Shinta Laila,
M. Rizal,
I Nyoman Antaguna,
Winengan M. Yunus,
Daud Ama Rato Dabidede,
Yazidie Fauzi,
M. Adi Cahyono,
Rahmat Nasution Bin Hamsan,
Yunus Nusi Asri,
Jamalaluddin Syamsir,
Yahdi Basma Baso,
Stefan Obadja Voges,
Abubakar Hamid Abdullah,
Yusak Yohanis Andato,
Hermus

Harap nama-nama ini di catat dalam buku sejarah sebagai pengkhianat perjuangan pemuda dan mahasiswa yang saat ini sedang berjuang menolak kenaikan harga BBM.

Nama-nama tersebut tidak perduli pada kemiskinan rakyat, bayi-bayi yang mati kelaparan, buruh yang di PHK, dll.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved