Gelar Pahlawan Nasional

Mega Mesem karena SBY

Kepala negara menyampaikan lima pujian khusus bagi Bung Karno.

Mega Mesem karena SBY
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, berbincang dengan Ketua DPR RI, Marzuki Alei, dan Ketua DPD RI, Irman Gusman (ka-ki), dalam acara penganugerahan gelar pahlawan bagi Soekarno-Hatta, di Istana Negara, Rabu (7/11/2012) kemarin.

Baca juga Tribun Jakarta Digital

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Senyum putri sulung Bung Karno, Megawati Soekarnoputri merekah, begitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memuji habis-habisan Presiden RI Pertama Soekarno di Istana Negara, Rabu (7/11) kemarin.

Pujian setinggi langit itu disampikan Presiden SBY di depan Megawati maupun segenap undangan saat memberi sambutan dalam acara penganugerahan gelar pahlawan nasional.

Kepala negara menyampaikan lima pujian khusus bagi Bung Karno. Sang proklamator dianggap telah banyak berjasa bagi kemerdekaan Indonesia dan eksistensi RI di masyarakat internasional.

Tak lupa, SBY mengajak seluruh komponen bangsa melupakan stigma negatif yang sempat disematkan rezim Orde Baru kepada sang proklamator Bung Karno. "Dengan gelar pahlawan nasional, pandangan itu harus dihapuskan dari benak seluruh warga Indonesia," tegas Presiden SBY.

Usai pidato sekitar 15 menit, SBY mendapat sambutan luar biasa. Seluruh hadirin bertepuktangan. Megawati yang berdiri tak jauh dari SBY, turut menyambut melalui mesem (senyuman) khasnya.

Untuk Mega, SBY memberi penghormatan khusus dengan menyapanya lebih dulu di awal pidato. "Ibu Megawati Soekarnoputri yang saya hormati dan keluarga Bung Karno dan Bung Hatta yang saya cintai," tutur SBY.

Secara rinci, pujian presiden kepada Soekarno ada lima poin. "Pertama, pikiran dan pidato Bung Karno yang mengubah jalannya sejarah. Yaitu, Indonesia Menggugat, Desember 1929, Pidato 1 Juni 1945 tentang Pancasila, dan Pidato di depan Sidang Umum PBB, 30 September 1960 yang berjudul To Build the World Anew," tutur SBY.

Kedua, SBY memuji kepeloporan dan kepemimpinan Bung Karno saat membentuk Gerakan Non-Blok, serta Gerakan dan Solidaritas Asia-Afrika. Ketiga, komando Bung Karno untuk membebaskan Papua dari tangan Belanda yang terkenal dengan Tri Komando Rakyat, atau Trikora.

"Keempat, idealisme dan komitmen Bung Karno yang amat kuat pada nasionalisme dan persatuan bangsa, kedaulatan negara, serta kemandirian kita sebagai bangsa yang merdeka," jelasnya.

Dan terakhir, Bung Karno juga dianggap berjasa dalam menggelorakan semangat membaca, berpikir dan menuntut ilmu.

Sedangkan untuk Bung Hatta, SBY memuji jasa-jasanya dalam pidato, merintis kemerdekaan, idealisme dalam HAM, demokrasi serta koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.

"Saudara-saudara, dengan semua hal yang melekat pada sosok kedua tokoh bangsa itu, beserta semua perjuangan dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara, maka sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan negara atas jasa-jasanya yang luar biasa, pemerintah memutuskan menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Karno dan Bung Hatta," tandas SBY. Andri Malau/Ferdinand/Aco

Lebih Lengkap mengenai Jakarta, Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper


Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved