DPR: Mafia Narkoba Ada di Kepolisian dan TNI
Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menyoroti peristiwa keji yang terjadi di Pekanbaru, Riau.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menyoroti peristiwa keji yang terjadi di Pekanbaru, Riau.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Brigadir Satu (Briptu) Joko Bobianto, anggota polisi yang bertugas di Polresta Pekanbaru, dianiaya secara sadis oleh rekan- rekannya sesama polisi dan anggota TNI.
Dikira telah meninggal, tubuhnya dibuang ke kolam dan ditembaki. Briptu Joko ternyata lolos dari maut.
"Masa' seorang polisi ditembak oleh seorang polisi yang lain bersama oknum tentara yang lain gara-gara narkoba. Untung dia tidak terbunuh, padahal dia sudah ditembaki oleh delapan orang," kata Martin di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/10/2012).
Dengan adanya kejadian tersebut, Martin melihat di internal kepolisian terdapat jaringan narkoba yang sangat kuat.
"Itu ada. Itu kuat, kalau enggak kuat, masa' mereka berani seperti itu. Dan saya kira tidak boleh kita biarkan itu, kita harus dukung penuh agar oknum itu ditangkap dan harus diberantas," katanya.
Martin mengungkapkan dengan kejadian tersebut maka terlihat adanya mafia di setiap tempat, termasuk di kepolisian dan TNI.
"Ternyata di polisi pun begitu tega berusaha membunuh sesama polisi sendiri hanya untuk kepentingan mengamankan jaringan narkoba," imbuhnya.
Untuk itu, Martin meminta institusi kepolisian menindak tegas oknum polisi yang tega ingin membunuh rekannya. Selain itu ia juga meminta Panglima TNI untuk menindak oknum TNI yang berusaha membunuh polisi.
"TNI enggak usah harus menunggu. Jadi bukan hanya polisi saja yang kita kritisi, tapi TNI juga," tukasnya.
Diketahui, Brigadir Satu (Briptu) Joko Bobianto, anggota polisi yang bertugas di Polresta Pekanbaru, selamat dari maut setelah dianiaya secara sadis oleh rekan- rekannya sesama polisi dan anggota TNI.
Dikira telah meninggal, tubuhnya dibuang ke kolam dan ditembaki.
Ternyata Briptu Joko masih hidup. Ia ditemukan warga dalam kondisi pingsan dengan tubuh penuh tusukan dan sayatan senjata tajam di teras sebuah masjid di Kubang Raya, Siak Hulu, Selasa (13/11/2012) subuh.
Yang mengejutkan delapan pelaku yang terdiri dari tiga oknum polisi, empat oknum tentara, dan seorang warga sipil, diduga terkait dengan mafia narkoba.