Operasi Tangkap Tangan KPK
PT Indoguna Jadi Importir Daging Terbesar
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan sejumlah oknum yang diduga sedang melakukan tindak penyuapan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan sejumlah oknum yang diduga sedang melakukan tindak penyuapan.
Informasi yang dihimpun Tribunnews.com, satu di antara oknum yang ditangkap merupakan pengusaha dari perusahaan importir daging, PT Indoguna Utama.
Kebenaran soal penangkapan seorang oknum dari PT Indoguna Utama, diperkuat dengan penggeledahan KPK di kantor perusahaan tersebut, sejak kemarin malam.
Kantor PT Indoguna Utama berlokasi di Jalan Taruna, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Penelusuran Tribunnews.com, perusahaan ini bergerak dalam bidang impor makanan, terutama daging. Perusahaan ini memiliki cabang di Singapura, Dubai, Hong Kong, dan Macau.
Selain daging, perusahaan tersebut juga mengimpor sea food, kaviar, keju, dan wine kualitas super.
Perusahaan yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade, juga menjadi penyuplai daging-daging kualitas terbaik untuk hotel, restoran, serta supermarket ternama di Indonesia dan negara lainnya.
Berdasarkan penelusuran, perusahaan ini memiliki karyawan hingga 500 orang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun kembali melakukan operasi di kantor ini, Rabu (30/1/2013) pagi.
Proses tangkap tangan dilakukan pada Selasa (29/1/2013) malam di sekitar Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat . Dari proses tangkap tangan, KPK mengamankan tiga orang yang tengah melakukan penyuapan.
Dari ketiga orang tersebut, salah satunya merupakan perempuan bernama Ranny, sedangkan sisanya pria.
Salah satu dari ketiga oknum berinisial A. Dia merupakan orang dari sebuah perusahaan ekspor impor daging.
Selain mengamankan tiga orang, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang dalam dua kantong plastik dan sejumlah buku tabungan.
Belum diketahui jumlah pasti uang pecahan Rp 100 ribu dalam kantong plastik. Diduga uang itu untuk suap memuluskan anggaran proyek di DPR.
Juru Bicara KPK Johan Budi ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapat informasi.
"Saya cek dulu ya," ucapnya.
Sementara, Tribunnews.com, juga belum dapat mengonfirmasi pejabat berwenang di PT Indoguna. (*)