Rabu, 22 April 2026

Hasil Laporan Departemen Luar Negeri AS Terkait HAM di Indonesia

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengeluarkan laporan tahunan mengenai Hak Asasi Manusia (HAM)

Editor: Widiyabuana Slay

TRIBUNNEWS.COM - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengeluarkan laporan tahunan mengenai  Hak Asasi Manusia (HAM).  Khusus laporan HAM untuk Indonesia (versi bahasa Indonesia), Kedutaan Besar AS di Jakarta mempublikasikan melalui laman kedutaan.

Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com dari pihak Kedutaan Besar (Kedubes) AS, Rabu (15/5/2013), di laporan itu disebutkan, Indonesia merupakan negara demokrasi dengan multi-partai. Tahun 2009, pemberi suara memilih Susilo Bambang Yudhoyono kembali sebagai Presiden dalam pemilihan umum yang bebas dan jujur.

Pengamat dalam dan luar negeri menilai bahwa pemilihan umum legislatif 2009 juga bebas dan jujur. Setelah lebih dari 10 tahun reformasi demokrasi, pasukan keamanan melapor ke pihak berwenang sipil; namun, ada beberapa contoh pengecualian ketika beberapa unsur pasukan keamanan bertindak sepihak dalam mengendalikan warga sipil.

Dalam laporan itu juga terungkap jika terjadi penekanan atau pelanggaran terhadap hak beribadah dan kaum etnis minoritas merupakan sebuah masalah. Pemerintah memberlakukan UU makar dan penistaan agama untuk membatasi kebebasan berekspresi para pendukung kemerdekaan damai di provinsi Papua, Papua Barat, dan Maluku serta oleh kelompok agama minoritas. Pejabat yang korupsi, termasuk di jajaran pengadilan, merupakan masalah besar.

Permasalahan hak asasi lainnya termasuk pembunuhan oleh pasukan keamanan, pelecehan terhadap para narapidana dan tahanan, kondisi penjara yang buruk, perdagangan manusia, pekerja anak, dan gagal menegakkan standar buruh dan hak pekerja.

Di beberapa kasus, pemerintah menindak pejabat yang melakukan penyalahgunaan, namun hukuman pengadilan seringkali tak sepadan dengan parahnya pelanggaran, begitu pula yang terjadi dengan jenis kejahatan lainnya.

Gerilyawan separatis di Papua telah membunuh anggota pasukan keamanan dan melukai yang lainnya dalam beberapa serangan. Anggota separatis Papua juga membunuh sejumlah warga Indonesia non-Papua yang bermigrasi ke Papua sepanjang tahun.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved