Akil Mochtar Ditangkap KPK

Surat Akil kepada Hakim MK: Saya Tidak Merasa Tertangkap Tangan!

Ketua MK non aktif Akil Mochtar, mengaku tidak pernah ditangkap tangan oleh KPK, seperti yang diberitakan.

Surat Akil kepada Hakim MK: Saya Tidak Merasa Tertangkap Tangan!
TRIBUNNEWS.COM/EDWIN FIRDAUS
Salah satu bagian dari surat Ketua Mahkamah Konstitusi non aktif Akil Mochtar, yang ditujukan kepada hakim konstitusi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) non aktif Akil Mochtar, mengaku tidak pernah ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti yang diberitakan.

"Saya merasa tidak pernah tertangkap tangan," kata Akil Mochtar dalam suratnya kepada hakim konstitusi, yang berhasil didapatkan Tribunnews.com, Minggu (6/10/2013).

Dalam surat yang dikirim kemarin, Akil menceritakan kronologi penangkapannya. Berikut tulisan Akil yang disalin Tribunnews.com.

Rabu malam saya baru sampai di rumah sekitar jam 8 lewat. Mandi, ganti pakaian, dan berbicara dengan istri. Saya diberitahu ada tamu oleh penjaga rumah kediaman.

Saya menuju ke pintu mau membuka pintu, lalu ada ketukan, dan pintu saya buka, dan ada petugas dari KPK memerkenalkan diri dengan mengatakan ada dua orang lagi duduk di teras halaman depan, dan diminta menyaksikan.

Lalu, saya hanya kenal dengan Chairun Nisa, yang pernah SMS beberapa waktu lalu mau bertamu ke rumah. Saya jawab dengan SMS, silakan, tapi jangan malam-malam karena saya ngantuk.

Ketika saya menyaksikan kedua orang itu digeledah, dari laki-laki yang tidak saya kenal itu didapati beberapa amplop, sedangkan dari Chairun Nisa hanya didapati beberapa buah HP. Sedangkan satu orang lagi laki-laki, saya tidak pernah melihat katanya menunggu di...(tulisan tidak jelas).

Selanjutnya saya diminta ke kantor KPK untuk menjelaskan kejadian itu, yang terjadi di teras rumah saya itu. Saya tidak tahu latar belakang kejadian. Saya tidak pernah meminta uang atau janji sepeserpun! Yang kemudian saya ditetapkan sebagai tersangka.

Banyak saksi kejadian itu, ajudan, petugas jaga dari kepolisian, dan security. Kalau kaitannya dengan Pilkada Gunung Mas, silakan diamati rekaman sidang, dua hakim anggota, satu panitera pengganti dan panitera. Bagaimana pengambilan keputusan perkara dimaksud, semua berlangsung sesuai prosedur dan tidak ada satupun dipengaruhi oleh saya. (*)

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved