Rabu, 8 April 2026

Politisi Hanura Merasa Tak Perlu Menanggapi Polemik Kuis Kebangsaan Win-HT

Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin merasa tidak perlu menanggapi soal program acara di stasiun TV RCTI yakni kuis kebangsaan yang menampilkan

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hendra Gunawan
kaskus
Kuis kebangsaan Win-HT 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin merasa tidak perlu menanggapi soal program acara di stasiun TV RCTI yakni kuis kebangsaan yang menampilkan Capres dan Cawapres Wiranto- Hary Tanoe (Win-HT).

"Saya kira kita tidak perlu tanggapi dan yang lebih tepat mungkin dari TV yang mempunyai program tersebut," kata Saleh Husin, ketika dikonfirmasi, Selasa (10/12/2013).

Ditanya bukankah Win-HT, pasangan Capres-Cawapres yang diusung Hanura? "TV yang mempunyai program tersebutlah yang tepat mengomentari hal tersebut," jawab Saleh Husin.

Hari ini, kuis kebangsaan mendapat kritik banyak pihak terutama di media sosial seperti Twitter karena diduga telah diatur atau disetting setelah beberapa peserta melontarkan jawaban sebelum pembawa acara mengajukan pertanyaan.

Kuis yang ditayangkan secara langsung di RCTI ini dikatakan bertujuan untuk menguji wawasan dan pengetahuan warga tentang Indonesia, baik sejarah, geografi, Pancasila, pengetahuan umum, dan informasi terkini lainnya. Kuis ini disponsori oleh pasangan kandidat calon presiden-calon wakil presiden Wiranto-Hary Tanoesudibjo yang diusung oleh Partai Hanura.

Setiap peserta diminta mengucapkan kata kunci (password) kuis, yaitu "Bersih, Peduli, Tegas". Kata kunci ini merupakan salah satu jargon yang diusung Wiranto-Hary Tanoe. Setiap peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapat hadiah, seperti kamera, dispenser, dan lainnya.

Dalam sebuah video yang diunggah di Twitter dan Kaskus, seorang warga bernama Syaifudin dari Trenggalek, Jawa Timur, melontarkan jawaban, "A. Istana Maimun." Padahal, Syaifuddin belum memilih pertanyaan yang diajukan.

"Huruf apa pak? Bukan, pak. Ini dia nih. Bapak boleh pilih dulu huruf (W, I, N, H, T) yang ada di sebelah saya. Silakan," kata Tifanny, pembawa acara, seraya menunjukkan beberapa huruf yang dapat dipilih Syaifudin.

Syaifudin pun terdengar kebingungan, dan sempat berujar, "Ooh..."

Setelah berpikir sejenak, Syaifudin pun akhirnya memilih pertanyaan yang berada di balik huruf "H". Setelah itu, Syaifudin pun diajukan pertanyaan sebagai berikut: "Istana yang menjadi salah satu ikon Kota Medan dan dibangun pada tahun 1888 adalah?" Di bawah pertanyaan, ada tiga pilihan, yaitu: A. Istana Maimun; B. Gedung Sate; C. Museum Gajah.

Syaifudin pun kembali mengulang jawaban: "A. Istana Maimun", dan dinyatakan benar.

Ada lagi kejadian lucu lainnya. Seorang warga dari Medan bernama Yoel pun sempat kebingungan mengikuti kuis ini. Sebelum mendapatkan pertanyaan, Yoel langsung melontarkan jawaban, "A. MT Haryono."

Akhirnya, pembawa acara pun mengingatkan Yoel untuk memilih pertanyaan terlebih dahulu. Yoel pun sempat memilih huruf "A". Padahal, di layar kaca, tak ada huruf A. Huruf yang tersedia adalah W, I, N, H, T.

Akhirnya, Yoel memilih huruf "W". Pertanyaan pun diajukan: "Selain Ahmad Yani, siapa yang termasuk dalam 7 pahlawan revolusi?" Selanjutnya, terpampang tiga pilihan, yaitu: A. MT Haryono; B. Gatot Subroto; C. Selamet Riyadi.

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi pun sempat mengomentari kuis tersebut melalui akun Twitter-nya, @BurhanMuhtadi. "HaHaHa lucu banget :)" kicaunya.

Halaman 1/2
Tags
Hanura
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved