Selasa, 7 April 2026

Terpilih Jadi Wali Kota, Risma Langsung Istighfar

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani, mengungkapkan pengalamannya saat terpilih menjadi orang nomor satu di Surabaya

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Sanusi
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (kanan) berbincang dengan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri yang datang ditemani Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi (kiri) di VIP Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (1/3/2014). Setiba di VIP Bandara Juanda, Megawati bersama Jokowi, Risma, dan Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menggelar konferensi pers terkait persoalan politik tentang Risma yang sedang ramai diperbincangkan banyak kalangan, terutama tentang rencana pengunduran diri Risma. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani, mengungkapkan pengalamannya saat terpilih menjadi orang nomor satu di Surabaya, Jawa Timur. Risma mengaku justru takut harus mengemban tugas sebagai Wali Kota.

"Malam sebelum pemilihan, saya tidur. Bayangan saya, buat apa susah-susah jadi Wali Kota. Ternyata jadi. Saya bilang astagfirullah," kata Risma di aula FKUI, Kamis (6/3/2014).

Meskipun terpilih, Risma menuturkan dirinya tidak langsung dilantik. Ia harus menunggu tiga bulan sejak terpilih untuk pelantikan. Namun ia bersyukur tidak langsung dilantik.

"Enggak dilantik-lantik tiga bulan, senang saya. Pertanggungjawaban saya pada Tuhan lebih ringan," ujarnya.

"Saya takut jadi Wali Kota. Karena keputusan ada di Wali Kota. Semakin saya jalan, semakin takut. Saya berdoa untuk jadi saja, tidak berani," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved