Kamis, 9 April 2026

KPI Pusat Berharap Konflik Internal TVRI Segera di Selesaikan

KPI Pusat turut prihatin atas konflik internal di lembaga penyiaran publik TVRI.

Penulis: Sugiyarto
Warta Kota/Nur Ichsan
PAHLAWAN TAK PERNAH MATI - Acara jumpa pers dan peluncuran film berjudul, Pahlawan Tak Pernah Mati , di Galery Indonesia Kaya, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (11/12). Ini merupakan sebuah film berlatar belakang sejarah peristiwa 10 Nopember 1945 yang diproduksi oleh Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pembuatan film ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyegarkan dan mengkomunikasikan kembali ingatan bersama kita tentang sejarah perjuangan bangsa khususnya sejarah perjuangan para pahlawan pada peristiwa 10 Nopember 1945. Film ini akan tayang di TVRI pada Sabtu 14 Desember, pukul 20 - 21.30 wib. (Warta Kota/nur ichsan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat turut prihatin atas konflik internal di lembaga penyiaran publik Televisi Republik Indonesia (TVRI).

Ini tidak lain karena konflik internal sudah merembet ke tingkat karyawan hingga melakukan aksi demonstrasi di Gedung Pimpinan TVRI, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 April 2014.

Ketua KPI Pusat Judhariksawan mengatakan, jika konflik dalam internal itu terus berlanjut, dampak yang ditimbulkan akan lebih banyak merugikan publik. Ini tidak lain, karena TVRI sebagai lembaga penyiaran publik diberi wewenang dalam undang-undang untuk menyelenggarakan penyiarannya yang bersifat  independen, netral, dan tidak komersil.

“Kami meminta kepada seluruh pihak yang memiliki otoritas di dalamnya, agar segera duduk bersama dan membicarakan masalah yang ada. Ini tidak lain agar semua akumulasi masalah yang ada hingga saat ini bisa diselesaikan,” kata Judhariksawan di Jakarta, Kamis, 3 April 2014.

Selain itu, menurut Judha, dalam menyelesaikan masalah yang ada, seluruh pihak yang memiliki otoritas lebih mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan golongan atau yang lainnya.

Besarnya harapan KPI ini tidak lain, karena TVRI yang dalam salah satu fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta pelestarian budaya bangsa dengan senantiasa berorientasi pada kepentingan publik dengan memperhatikan kemanfaatan dan perlindungan untuk kepentingan publik.

Dengan menjadikan publik di atas segalanya, menurut Judha semua masalah yang ada bisa diselesaikan. “Saya kira, publik juga berharap agar masalah yang ada bisa diselesaikan. Kita juga sebagai rakyat Indonesia tetap menginginkan agar TVRI bisa menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai dengan amanah undang-undang yang ada. Saya kira apapun masalahnya, kalau sudah menyangkut kepentingan publik bisa diselesaikan dengan kepala dingin,” papar Judha.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved