Rabu, 6 Mei 2026

Tiga Cara Jokowi Atur Kebijakan Fiskal

Jokowi juga sempat mengungkapkan adanya perampingan kabinet yang tujuannya efisiensi anggaran.

Tayang:
TRIBUN/DANY PERMANA
Gubernur DKI Jakarta yang juga Presiden terpilih 2014-2019 Joko Widodo menghadiri acara Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam sidang bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014). Pidato Kenegaraan tersebut disampaikan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-69 yang jatuh pada 17 Agustus 2014. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo memiliki tiga cara untuk mengatur kebijakan fiskal jika nanti resmi jadi Presiden.

Pertama, pria yang sapaan akrabnya Jokowi ini mengatakan pihaknya akan menaikkan pendapatan negara, sehingga ruang fiskal menurutnya menjadi semakin lebar.

"Kedua, ya dengan cara subsidi," ujar Jokowi usai menghadiri penyampaian Pidato Kenegaraan dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan ke-69 Republik Indonesia yanbg digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Yang ketiga, Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan pihaknya akan melakukan efisiensi di setiap Kementerian Negara dan Lembaga Negara.

Jokowi juga sempat mengungkapkan adanya perampingan kabinet yang tujuannya efisiensi anggaran.

"Dengan efisiensi itu, bisa juga ada peluang. (mengatur kebijakan fiskal)," kata Jokowi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved