BNPB Akui Kesulitan Tanggulangi Asap di Riau
Sejumlah titik api atau hotspot di Riau masih belum dapat ditanggulangi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah titik api atau hotspot di Riau masih belum dapat ditanggulangi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat ini hanya dapat mengimbau warga untuk menggunakan masker.
"Yang bisa kita lakukan himbauan kepada masyarakat menggunakan masker kalau keluar rumah dan sebagainya," kata Humas BNPT Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di kantornya, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2014).
Dikatakan Sutopo, pihaknya belum mendapatkan cara lain untuk menanggulangi kebakaran hutan di Riau. Dirinya mengakui, kebakaran hutan yang disebabkan ulah oknum yang tak bertanggung jawab terus terulang.
"Tapi kita mengimbau dan kejadianya selalu berulang (kebakaran). Sedangkang ongkos pemerintah mengatasi ini besar sekali," kata Sutopo.
Sebelumnya berdasarkan citra Satelit Terra dan Aqua dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, hotspot (titik panas) hari ini Rabu (17/9) sejak pukul pukul 05.00 WIB, di Sumatera sebanyak 248 titik. Sementara di Riau mencapai 10 titik. Sehingga udara di Kota Pekanbaru dinyatakan tidak sehat.
"Titik panas di Riau tersebar di sejumlah daerah, di antaranya di Kabupaten Inhil 10 titik, di Kabupaten Inhu 8 titik, di Kabupaten Pelalawan 2 titik," ujar Kepala Bidang Data BNPB Agus Wibowo, Rabu (17/9/2014).
Sedangkan untuk titik api (firespot) di Riau mencapai 10 titik, di antaranya tersebar di Kabupaten Inhil 5 titik, di Kabupaten Inhu 4 titik, di Kabupaten Pelalawan 1 titik.
"Cuaca Riau pada umumnya cerah hingga berawan dan diselimuti kabut asap, potensi hujan dengan intensitas ringan dan bersifat lokal diperkirakan terjadi dini hari di wilayah Riau bagian utara dan barat," kata Agus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140917_073807_kebakaran-lahan-di-palembang.jpg)