Selasa, 5 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Gerbang Usang Proyek Triliunan: Showroom Motor MBG Tak Izin RT, Dijaga Pria Seragam Loreng

Pantauan lapangan mengungkap showroom motor listrik MBG di Daan Mogot belum berizin lingkungan dan terlihat dijaga pria berseragam loreng.

Tayang:
Tribunnews.com
MOTOR MBG EMMO - Kondisi gerbang utama showroom Emmo Electric Mobility di Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (13/4/2026). Meski tercantum sebagai showroom pertama di laman resmi perusahaan, bangunan yang berdiri di atas lahan bekas gudang ini tampak masih dalam tahap renovasi dan belum melayani transaksi kendaraan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan showroom motor listrik program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Barat belum kantongi izin resmi lingkungan.
  • Warga melaporkan adanya pria berseragam loreng yang berjaga di balik gerbang usang proyek bernilai triliunan.
  • Terdapat selisih harga signifikan antara data e-purchasing pemerintah dengan nilai pengadaan yang dirilis Badan Gizi Nasional.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Proyek pengadaan motor listrik senilai triliunan rupiah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyisakan pemandangan kontras di balik gerbang besi usang penuh grafiti di pinggir Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Di balik sunyinya fasad bangunan tersebut, tersimpan deretan fakta lapangan yang memberikan perspektif berbeda mengenai kesiapan fasilitas pendukungnya.

Gerbang Tak Simetris dan Teriakan Tak Terbalas

MOTOR EMMO - Kondisi gerbang utama showroom Emmo Electric Mobility di Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (13/4/2026). Meski tercantum sebagai showroom pertama di laman resmi perusahaan, bangunan yang berdiri di atas lahan bekas gudang ini tampak masih dalam tahap renovasi dan belum melayani transaksi kendaraan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
MOTOR EMMO - Kondisi gerbang utama showroom Emmo Electric Mobility di Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (13/4/2026). Meski tercantum sebagai showroom pertama di laman resmi perusahaan, bangunan yang berdiri di atas lahan bekas gudang ini tampak masih dalam tahap renovasi dan belum melayani transaksi kendaraan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Tribunnews.com)

Gerbang biru setinggi dua meter yang sudah tidak simetris dan dipenuhi coretan grafiti bergaya bubble writing itu seolah menyembunyikan aktivitas besar di dalamnya.

Tepat di bawah logo Emmo pada gerbang utama, satu tangga perancah (scaffolding) masih berdiri tegak, menandakan adanya pekerjaan yang belum tuntas.

Tidak ada yang menyangka bangunan yang terkesan kosong dengan dua pohon besar menutupi fasadnya ini merupakan showroom utama merek Emmo Electric Mobility.

Guna memastikan aktivitas di dalamnya, tim liputan Tribunnews.com mencoba menunggu di lokasi tersebut selama empat jam pada Senin (13/4/2026).

Sambil sesekali berteriak dengan harapan ada seseorang yang keluar, bangunan beratap seng silver itu tetap bergeming tanpa jawaban.

Hanya dari lubang gerbang terlihat lapisan pintu kedua berwarna kuning-hitam yang masih terpasang steger besi konstruksi.

Penelusuran pada laman resmi Emmo, Senin (13/4/2026), mencantumkan showroom pertama mereka berada di kawasan Grogol ini.

Namun, pihak perusahaan memberi penjelasan statusnya masih coming soon dan belum melayani transaksi.

Selain itu, kontak perusahaan yang tercantum hanya berupa nomor telepon seluler, bukan nomor telepon kantor permanen (landline).

Baca juga: Mengintip Gudang Motor MBG Sentul: Tembok Baru Dicat hingga Pagar Digembok

Bekas Gudang dan Karyawan ‘Comotan’

Meski laman resmi perusahaan mencantumkannya sebagai showroom, hasil pantauan di lokasi menunjukkan bangunan ini justru lebih menyerupai gudang diler atau pusat distribusi logistik.

Hal ini diperkuat oleh keterangan Slamet (bukan nama sebenarnya), seorang petugas keamanan di sekitar lokasi, yang menyebut aktivitas di sana sudah berjalan sejak Februari 2026 namun belum melibatkan staf tetap.

"Belum beroperasi, masih pembangunan kalau saya lihat. Paling orang-orang itu saja, ibaratnya kayak orang 'comotan' gitu, belum ada karyawan resminya," ungkap Slamet.

Ia juga menambahkan bahwa sekitar 500 unit motor listrik telah dipindahkan ke gudang di Kawasan Sentul, Bogor, pada pekan lalu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved