Duet Jokowi JK
Adik Prabowo Ungkap Rencana DPR Selidiki Dugaan Pelanggaran Jokowi
Kelompok oposisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan ketika Presiden terpilih Jokowi.
TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA - Kelompok oposisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan ketika Presiden terpilih Joko “Jokowi” Widodo menjabat Gubernur Jakarta dan Wali Kota Solo. Hal ini dikatakan oleh adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo saat diwawancara Reuters, Selasa (7/10/2014) malam.
“Kami akan menggunakan kekuatan kami untuk menyelidiki dan menghalangi,” ujar Hashim Djojohadikusumo, kepada kantor berita Reuters di kantornya.
Penyelidikan-penyelidikan itu akan termasuk melihat dugaan korupsi yang melibatkan pembelian bus-bus buatan China senilai Rp 1,5 triliun oleh pemerintah Jakarta tahun ini, ketika Jokowi masih menjadi gubernur, menurut Hashim.
Kasus ini sendiri sedang diselidiki oleh Kejaksaan Agung. Media melaporkan setidaknya dua pejabat pemerintah menjadi tersangka pelanggaran.
Parlemen juga akan menyelidiki korupsi pada dana pendidikan di kota Solo ketika Jokowi merupakan walikota.
Jokowi, yang belum mendapat tuduhan apapun dalam dua kasus tersebut, tidak dapat dimintai komentarnya.
Para anggota oposisi di parlemen dikhawatirkan akan menyebabkan negara ini menghadapi kebuntuan politik dalam lima tahun mendatang, dan telah menekan rupiah dan bursa saham. Jokowi, yang mengalahkan Prabowo pada pemilihan presiden Juli lalu, akan dilantik pada 20 Oktober.
Ahli-ahli politik mengatakan para anggota “Koalisi Merah Putih” yang dibentuk Prabowo bertekad membuat hidup Jokowi sulit.
“Faktanya adalah, dalam dua minggu terakhir koalisi Prabowo telah berhasil melakukan manuver dalam banyak cara yang berbeda, menunjukkan bagaimana mereka bisa melancarkan pukulan melawan (Jokowi),” ujar Tobias Basuki, analis politik dari lembaga pemikiran CSIS.
“Investigasi-investigasi parlementer ini lebih merupakan langkah politik daripada penyelidikan korupsi yang tulus.”
Hashim telah meluruskan pemberitaan yang berkembang. Menurut Hashim wartawanlah yang salah mengutip ucapannya. (Baca: Hashim Sebut Pernyataannya Tentang Pemerintahan Jokowi Dipelintir Media Nasional)
Berita mengenai pernyataan Hashim ini terlebih dahulu dimuat situs berita berbahasa Inggris yakni, Reuters.
"We will use our power to investigate and to obstruct," Prabowo's tycoon brother and top aide Hashim Djojohadikusumo told Reuters late Tuesday at his office in Jakarta.
(Reuters)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141007_171740_jokowi-dan-jk-silaturahmi-ke-ketum-pdi-p.jpg)