Sabtu, 18 April 2026

Legislator Baru

Tepuk Tangan Warnai Penghitungan Suara Pemilihan Ketua MPR

Pimpinan Sementara MPR, Maimanah Umar, menyebutkan dari hasil penghitungan surat suara, terdapat 678 pemilih

Editor: Fajar Anjungroso
TRIBUN/DANY PERMANA
Wartawan terlelap saat menunggu jalannya sidang Paripurna pemilihan pimpinan MPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/10/2014). Sidang yang dihujani interupsi, skors, ketegangan antar anggota, dan rapat-rapat lobi tersebut sedianya dijadwalkan ulang pada pukul 10.00 pagi ini setelah ditunda dari hari sebelumnya. Hingga pukul 16.30 sidang paripurna tersebut belum juga dimulai. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pimpinan Sementara MPR, Maimanah Umar, menyebutkan dari hasil penghitungan surat suara, terdapat 678 pemilih, dan jumlah tersebut sesuai dengan daftar hadir peserta sidang, yakni 678 orang.  "Setelah dihitung dapat disampaikan, kartu bukti hadir 678. Maka kita melakukan penghitungan suara," katanya.

Penghitungan pun mulai dilakukan, suara pertama disebutkan "Paket A," yakni Ketua MPR Oesman Sapta Odang, dengan Wakil Ketua Ahmad Basarah, Imam Nahrawi, Patrice Rio Capella, Hasrul Azwar.

Paket tersebut didukung oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan DPD. Sebagian peserta pun mulai bertepuk tangan.

Sedangkan suara kedua yang dihitung adalah abstein. Kemudian tiga suara berikutnya diketahui merupakan pendukung suara paket A. Baru suara ke lima adalah suara untuk paket B, yang mendukung Ketua Zulkifli Hasan, dengan Wakil Ketua Mahyudin, Evert Ernest Mangindaan, Hidayat Nur Wahid dan Oesman Sapta. Opsi tersebut didukung Koalisi Merah Putih (KMP) minus PPP.

Setelah sekitar sepuluh suara, tepuk tangan dari para pendukung masing-masing opsi pun menghilang. Suara yang dihitung pun terlihat ketat antara paket A dan paket B.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved