Prahara Partai Golkar
Nurdin Halid Akui Seluruh DPD I Dukung Ical Jadi Ketum Golkar
Mereka juga menolak adanya Presidium Penyelamat Partai Golkar pimpinan Agung Laksono yang juga merencanakan Munas di Jakarta pada Januari 2015.
Menurut Gandum, pihaknya mendukung Ical sebagai ketua umum Partai Golkar karena beberapa calon ketua umum pesaing Ical mempunyai tujuan lain, di antaranya membawa Partai Golkar bergabung ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pemerintahan Jokowi-JK. Hal itu tidak mencerminkan konsistensi partai yang sejak Pilpres 2014 bergabung di KMP.
"Karena Pancasila sedang dalam bahaya dengan upaya pencabutan Tap MPR Nomor 25 tentang paham komunis dan wacana penghapusan kolom agama di KTP. Ini bahaya sekali dan ini ancaman bagi Golkar. Maka dari kami sepakat ingin tetap di KMP," kata Gandum.
"Apalagi dari calon-calon ketua umum yang di sana, belum apa-apa sudah bilang akan 'menjual' Partai Golkar ke yang lain. Seharusnya kita konsisten pilihan awal. Kalau setiap pemerintahan Golkar berubah, kapan Golkar ada kader jadi presiden. Kita dari awal di KMP, itu pilihan politik yang seharusnya sudah siap atas semua konsekuensinya. Jangan maunya menang sendiri," tandasnya. (coz)