Senin, 13 April 2026

Korban Tewas Akibat Ledakan Tambang Batubara Sri Aman Bertambah Satu

Korban tewas akibat ledakan di tambang batu bara milik Silantik Resources Sdn. Bhd. di Sri Aman bertambah satu

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Sanusi
thestar.com
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korban tewas akibat ledakan di tambang batu bara milik Silantik Resources Sdn. Bhd. di Sri Aman bertambah satu yaitu Achmad Zidin, pada Selasa (25/11/2014), pukul 18.13 di RSU Sarawak.

KJRI Kuching yang telah berhubungan dengan dokter yang bertanggung jawab di ruang ICU RSU Sarawak pada saat kematian, mendapatkan informasi bahwa penyebab kematian Zidin disebabkan luka di kepala dan pendarahan yang berakibat pada kegagalan fungsi organ (multiorgan failure due to brain injury).

KJRI Kuching juga telah menghubungi kakak almarhum yakni Ahmad Abidin. Saat ini masih dalam pengurusan dokumen pemulangan jenazah.

Di hari yang sama, korban tewas atas nama Kardianto telah selesai diaotopsi, tepatnya pada pukul 22.45 WS dengan hasil kematian disebabkan luka di dada akibat ledakan (chest injury due to coalmine explosion).

Pihak keluarga yang diwakili oleh ipar almarhum akan mendampingi pemulangan jenazah yang bakal dilakukan melalui jalan darat dari Kuching ke Pontianak, dilanjutkan dengan pesawat dari Pontianak ke Semarang dengan menggunakan maskapai Kalstar.

"Pihak perusahaan akan menanggung semua biaya pemulangan jenazah," demikian tertuang dalam keterangan pers KJRI Kuching diterima Tribunnews.com, Selasa (25/11/2014).

Dengan telah dipindahkannya 3 korban bernama Triyono, Dul Salam, dan M Zaenudin yang kritis dari RSU Sarawak ke RS di Semenanjung, maka saat ini tidak ada lagi korban yang dirawat di ICU.

Sementara dua orang WNI bernama Nurul Huda dan Sutaman sampai saat ini masih dirawat di ruang perawatan luka bakar di RSU Sarawak. Sedangkan Dua orang lainnya yang dirawat di RS Sri Aman bernama Nur Fatoni dan Niyar.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved