Sabtu, 23 Mei 2026

Anjing Jenis Pointer Mulai Jadi Primadona di Kepolisian

Di Indonesia hanya ada dua ekor anjing Pointer yang menjadi anjing polisi. Satu ekor di Ditpolsatwa Mabes Polri dan sisanya di Polda Maluku Utara.

Tayang:
Editor: Y Gustaman
kids.britannica.com
Anjing Pointer asal Inggris. 

Laporan Wartawan Wartakota, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Anjing jenis German Shepherd asal Jerman selama kurang lebih lima dekade jadi primadona di Kepolisian Republik Indonesia. Tapi kini sudah mulai ditinggalkan sebagai anjing pelacak.

Baca juga: Anjing Pelacak Polri Pertama Hibah dari Pengusaha Belanda.

Di Detasemen K-9 Direktorat Polisi Satwa Badan Pemelihara Keamanan Polri, jumlah anjing German Shepherd tinggal segelintir. Bahkan di Unit K-9 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya, jenis German Shepherd sudah tak dipakai lagi.

Penyebabnya German Shepherd adalah anjing yang suka dengan udara dingin. Makanya cenderung tak cocok dengan udara tropis di beberapa kota Indonesia seperti Jakarta.

Baca juga: Polri Pernah Latih Anjing Ras Raksasa Eropa.

Makanya sejak dekade 2000-an, Polri mulai mendatangkan anjing berbulu pendek yang cocok dengan udara Indonesia. Seperti anjing ras Labrador, Belgian Mallinois.

Anjing jenis ini menjadi primadona di kepolisian. Apabila menengok markas K-9 Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, maka anjing jenis-jenis itulah yang menggonggong dari kandang.

Namun belakangan muncul ras baru yang bakal jadi calon primadona di kepolisian, yakni anjing jenis Pointer. Anjing asal Inggris yang pertama muncul tahun 1650.

Baca juga: Anjing Kampung Asli Indonesia Pernah Dites untuk Pelacakan.

Anjing ini bertubuh tinggi, atletis dan berbulu pendek. Bentuk tubuhnya nyaris mirip anjing pelari Greyhound. Makanya staminanya kuat dan dipakai sebagai anjing pemburu di negara asalnya.

Di Indonesia baru ada dua ekor anjing Pointer yang menjadi anjing polisi. Satu ekor ada di Ditpolsatwa Mabes Polri dan sisanya di Polda Maluku Utara. Keduanya sama-sama berfungsi sebagai anjing SAR.

Fungsi utamanya adalah melacak mayat korban bencana. Unit SAR atau Unit Pelacak Mayat adalah unit termuda di Ditpolsatwa Mabes Polri. Unit ini baru terbentuk tahun 1995.

Kanit Satwa SAR atau Pelacak Kadaver (mayat) Sub Detasemen Pelacakan Khusus Detasemen K-9 Ditpolsatwa Baharkam Polri, Inspektur Dua Amali, terkagum-kagum dengan ketangguhan anjing Pointer. Dari skuad anjing pelacak mayat berjumlah sembilan ekor, hanya satu yang berjenis Pointer.

Menurut Amali, fisik anjing Pointer sangat kuat. Saat longsor di Banjarnegara, seekor Pointer bernama Reg yang dibawa olehnya menemukan titik lokasi mayat paling banyak, ketimbang lima ekor anjing lain yang juga ia bawa. Saat itu ada 39 titik lokasi mayat yang ditemukan, dan Reg menemukan 10 titik lokasi mayat. Sisanya oleh lima anjing lainnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved