Pilkada Serentak
Pemerintah Pusat Siap Beri Pinjaman Pelaksanaan Pilkada Serentak
Pinjaman terutama diberikan bagi daerah-daerah yang tidak mampu menganggarkannya.
TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah pusat bersedia membantu pendanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015.
Pinjaman terutama diberikan bagi daerah-daerah yang tidak mampu menganggarkannya.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), mengatakan pemerintah siap untuk memberikan pinjaman kalau memang diperlukan.
"Nanti bisa dibayarkan tahun depan," kata Jusuf Kalla, kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2015).
Pemerintah pusat, kata JK, memaklumi bila ada daerah yang tidak mampu mendanai Pilkada serentak.
Pasalnya daerah-daerah tersebut sebelumnya mengagendakan pilkada tahun 2016, namun pemerintah memutuskan menggelar Pilkada serentak 2016.
Pemerintah pusat kata Jusuf Kalla akan berusaha semaksimal mungkin agar 273 daerah bisa menggelar pilkada tahun ini, dan membantu dengan kebijakan-kebijakannya agar pilkada bisa digelar secara serentak.
"Pokoknya semua harus tahun ini," jelasnya.
Soal gagasan pemberian dana hibah dari pemerintah pusat ke daerah-daerah yang tidak mampu, Wapres pun mengatakan hal itu juga dimungkinkan.
Dikutip dari situs remsi Kementerian Dalam Negri, Mendagri, Tjahjo Kumolo menyebut masih ada 8 yang belum menyerahkan penganggaran Pilkada serentak 2015, karena anggaran daerah tidak mencukupi.
Tjahjo mengatakan pemerintah membolehkan masing-masing daerah menggunakan sumber daya yang ada. Pemerintah pusat pun tengah menyiapkan peraturan, agar bisa membantu pendanaan di daerah melalui dana hibah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wapres-jk-berikan-kesaksian-di-sidang-yance_20150413_184919.jpg)