Sabtu, 11 April 2026

Sulit Untuk Menampung Pengungsi Di Satu Pulau

"Mereka latar belakangnya beda-beda, jadi tidak bisa disamakan dengan kasus pulau Galang,"

Editor: Husein Sanusi
Tribunnews.com
Kepala Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, Kementerian Luar Negri, Andy Rachmianto. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di Indonesia saat ini terdapat sekitar 12 ribu imigran yang berasal dari sekitar 40 negara berbeda, termsuk etnis Rohingya dari Myanmar yang saat ini ditampung di Aceh.

Kepala Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, Kementerian Luar Negri, Andy Rachmianto, mengatakan tidak mudah mengumpulkan imigran tersebut di tempat yang sama.

Kepada wartawan usai menghadiri diskusi soal Rohingya, di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2015), Andy mengatakan para pengungsi itu juga tidak bisa ditempatkan di pulau yang sama.

"Mereka latar belakangnya beda-beda, jadi tidak bisa disamakan dengan kasus pulau Galang," katanya.

Filipina adalah salah satu negara yang bersedia untuk menampung para pengungsi tersebut di daerah khusus. Indonesia pun pernah melakukan hal yang sama, yakni menyediakan pulau Galang yang lokasinya di sebelah Selatan Pulau Batam, untuk para pengungsi Vietnam.

Tempat pengungsian itu beroperasi sejak 1979, hingga ditutup pada 1996 lalu. Saat itu Vietnam tengah diserbu tentara Amerika Serikat, dan juga tengah terjadi perang saudara. Oleh karena itu ribuan warga negara Vietnam berbondong-bondong mengungsi.

"Di pulau Galang mereka itu orang Vietnam semua, sedangkan sekarang kan imigran latar belakangnya beda-beda. Kalau pengungsi Vietnam itu mengungsi karena konflik, sekarang banyak pengungsi mengungsi karena alasan ekonomi," jelasnya.

Namun demikian ia mengingatkan, bahwa pemerintah sudah beromitmen untuk menampung para pengungsi seperti pengungsi Rohingya, yang mengungsi karena dipicu konflik. Sedangkan pengungsi seperti yang berasal dari Bangladesh yang mengungsi karena motif ekonomi, akan dipulangkan.

Kementerian Luar Negri kata dia sudah menyiapkan program-program untuk menyelesaikan masalah pengungsi, termasuk pengungsi Rohingya.

Selain itu pemerintah juga akan menjajaki kerjasama internasional untuk mengatasi masalah itu. Rencanannya pekan depan, akan digelar pertemuan di Bangkok, Thailand, untuk membahas hal itu.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved