Sabtu, 9 Mei 2026

TNI AU: Awal Mula Ribut dengan Oknum Kopassus Hanya karena Saling Pandang

Kasidpenau), Marsekal Madya Dwi Badarmanto menyebutkan, awal mula pengeroyokan terhadap keempat anak buahnya, Minggu, hanya karena saling pandang.

Tayang:
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Keterangan Gamabar: KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna saat menyaksikan penandatanganan serah terima jabatan Kadispenau yang baru Marsma TNI Dwi Badarmanto, di Auditorium Mabesau Cilangkap, Kamis (23/4/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala dinas penerangan TNI Angkatan Udara (Kasidpenau), Marsekal Madya Dwi Badarmanto menyebutkan, awal mula pengeroyokan terhadap keempat anak buahnya di halaman parkir karaoke Bima, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo Jawa Tengah, Minggu dini hari lalu, hanya karena saling pandang.

Menurutnya, pengeroyokan yang menyebabkan seorang anggota TNI AU tewas bermula ketika keempat anggotanya mendatangi tempat karaoke. Namun, para oknum Kopassus yang berada di tempat yang sama, lantas terpancing usai terjadi cekcok diantara mereka.

"Namanya anak muda, pandang-pandangan, lalu ribut," kata Dwi saat dihubungi, Rabu (3/6/2015).

Meski demikian, Dwi masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari daerah terkait keributan tersebut. Adapun jasad korban tewas telah dikirimkan ke rumah duka di Ciracas, Jakarta Timur Selasa kemarin.

"Kami masih menunggu hasil lanjutan, jasad korban sudah dikirimkan ke rumah duka," kata Dwi.

Diketahui, Zulkifli dinyatakan meninggal pukul 21.30 WIB, Senin (1/6/2015), di RSUP Hardjolukito Yogyakarta. Jenazahnya dipulangkan ke rumah duka di Jalan Nusa Dua RT 12 RW 4, Ciracas, Jakarta Timur siang tadi.

Pemulangan jenazah dari Yogyakarta menggunakan pesawat Hercules A-1327 milik TNI AU dan dilepas dengan upacara militer. Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama Imran Baidirus memimpin upacara tersebut.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta, Mayor Sus Hamdi Londong, mengatakan setelah dilakukan otopsi, jenazah korban di kirim ke rumah duka yang berada di Jakarta.

"Keluarga besar TNI AU ikut berduka atas meninggalnya rekan kami yang menjadi korban pengeroyokan oleh oknum anggota grup 2 Kopassus," ujarnya, seusai menghadiri pelepasan jenasah di Base Ops Lanud Adisutjipto, Selasa (2/6/2015).

Mayor Londong memaparkan kejadian itu berawal pada Minggu (31/5) dini hari, empat anggota TNI AU mengalami tindakan pengeroyokan di halaman parkir Karaoke Bima, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Beberapa jam kemudian, dua dari anggota TNIAU, salah satunya Serma Zulkifli, langsung dilarikan ke RSPAU Harjolukito setelah pengeroyokan tersebut.

Akan tetepi setelah mendapatkan perawatan intensif, nyawa Zulkifli tak dapat diselamatkan.

Setelah dilakukan otopsi di RSUP Dr Sardjito guna mengetahui penyebab kematian, jajaran personel Lanud Adisutjipto menggelar upacara pelepasan jenasah.

Kemudian jenazah diterbangkan dengan menggunakan Pesawat Hercules A a-1327.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved