Prahara Partai Golkar
Poros Muda Golkar: Golkar Jangan Buang-buang Waktu, Segera Islah
Kedua kubu hanya berputar pada soal semangat yang sama untuk menyukseskan pilkada saja.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Poros Muda Golkar, Andi Sinulingga menilai perundingan yang digelar kubu Munas Ancol dan Bali tadi malam tidak menghasilkan sesuatu yang substansial. Menurutnya, kedua kubu hanya berputar pada soal semangat yang sama untuk menyukseskan pilkada saja.
"Poros muda berpendapat bahwa Golkar tidak perlu membuang-buang waktu lagi dan segera islah. ARB dan Idrus Marham harus duduk dengan Agung Laksono dan Zainuddin Amali secara langsung dan segera memutuskan kesepakatan untuk sukses pilkada tersebut. Tidak perlu lagi buang-buang waktu," kata Andi melalui pesan singkatnya, Selasa (16/6/2015).
Andi menilai, perundingan yang digelar tadi malam umumnya menghindari hal-hal yang justru menjadi pintu utama jalan keluar. Menurutnya pertemuan tadi malam tidak membicarakan siapa yang akan memimpin Tim Penjaringan Pilkada.
"Apakah dari kubu Aburizal atau dari kubu Agung Laksono? Itu tidak dibahas," tuturnya.
Menurut Andi, siapa yang akan menandatangani surat dalam Pilkada juga tidak menjadi substansial pembahasan. Dirinya berpendapat bisa saja Aburizal menjadi Ketua Umum maka surat ditandtangani oleh Sekjen Munas Ancol Zainuddin Amali.
"Begitu sebaliknya, jika Agung Laksono sebagai Ketua Umum, maka Idrus yang tandatangani surat," tuturnya.
Meski demikian kata Andi, Poros muda Golkar tetap memberikan apresiasi terhadap pertemuan tim kedua kubu tadi malam. "Diperlukan kebesaran jiwa dari mereka-mereka yang kami sebutkan tadi. Kebesaran jiwa untuk kepentingan banyak orang," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aburizal-nagung_20150331_132750.jpg)