Sabtu, 18 April 2026

Ini Tanggapan Ketua DPR Setya Novanto soal Warga di Dapilnya Makan Pakan Ternak

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya mengaku peduli akan kondisi warga di daerah pemilihannya tersebut.

Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUN/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Ketua DPR RI Setya Novanto usai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). DPR menyerahkan hasil perbaikan nomenklatur kabinet kepada Presiden. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setya Novanto mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan menteri terkait untuk menindaklanjuti warga di daerah pemilihannya di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dilaporkan mengonsumsi pakan ternak.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu mengaku peduli akan kondisi warga di daerah pemilihannya tersebut.

"Saya sudah koordinasi langsung dengan Mentan, Menteri PU, dan Mensos," kata Setya Novanto di kediaman dinasnya di Jalan Widya Chandra, Jakarta, Selasa (23/6/2015), seusai acara buka puasa bersama.

Setya menyampaikan bahwa wilayah di daerah pemilihannya itu termasuk daerah kering sehingga kekurangan bahan makanan. Namun, jika hujan, wilayah itu cenderung dilanda banjir.

Oleh karena itu, Setya mengaku langsung berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun irigasi serta bendungan.

Ia juga berkoordinasi dengan Menteri Sosial dan Menteri Kehutanan terkait masalah lingkungan di wilayah itu.

"Supaya masalah yang dilalui itu dijalankan secara baik dan saya langsung tadi memerintahkan anak buah saya di sana untuk segera meninjau daerah tersebut. Saya berusaha untuk membantu semua ini dengan sukses, apalagi itu dapil saya. Tentu saya akan perhatian sekali," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di antaranya Setya Novanto, Herman Herry, dan Victor Laisodat dikritik lantaran sampai saat ini belum juga memberikan bantuan apa pun kepada warga Kecamatan Amanuban Selatan dan Kecamatan Kualin yang terpaksa makan putak (batang pohon lontar yang digunakan untuk makanan ternak) akibat kekeringan yang menyebabkan gagal panen.

Kritik tersebut disampaikan koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus kepada Kompas.com, Senin (22/6/2015).

Menurut Selestinus, berbagai peristiwa menyedihkan seperti busung lapar, perdagangan orang, kelaparan secara masif dan korupsi yang silih berganti terjadi secara masif dan merajalela di NTT, seolah-olah semakin menambah jarak yang jauh antara warga masyarakat NTT dengan 13 wakil rakyat yang terpilih di DPR RI khususnya dari dapil II NTT.

"Mereka adalah Setya Novanto, Herman Herry, Victor Laiskodat, dkk, yang bukan saja anggota DPR, akan tetapi yang memiliki jabatan dan wewenang strategis di DPR. Dengan kekuatan 13 anggota DPR dan jabatan strategis di DPR bahkan, Ketua DPR RI dijabat oleh Setya Novanto, maka sejumlah peristiwa malang di NTT bisa diminimalisir bahkan ditiadakan dengan mudah," kata Selestinus.

Namun, yang terjadi, lanjut Selestinus, justru sebaliknya mereka seolah buta terhadap apa yang terjadi di NTT.(Icha Rastika)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved