Pilkada Serentak
Pendukung Calon Wali Kota Samarinda Minta Mendagri Tak Diundur Pilkada Sampai 2017
Pendukung calon wali kota Samarinda, Syaharie Jaang, meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tak memundurkan pilkada di Samarinda sampai 2017.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan perwakilan masyarakat dan tokoh Samarinda pendukung calon Wali Kota Syaharie Jaang, menyambangi Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (6/8/2015). Syaharie adalah calon petahana.
Syaharie ikut mendampingi para pendukungnya ke Kemendagri. Mereka bermaksud menemui Mendagri Tjahjo Kumolo di kantornya. Syaharie meminta agar pilkada di Kota Samarinda tak diundur sampai 2017.
"Kami minta supaya tidak ada penundaan pilkada di Kota Samarinda," kata Syaharie saat bertemu Menteri Tjahjo di kantornya.
Rupanya Syaharie belum mendengar kabar terbaru, jika KPU telah mendapat rekomendasi Bawaslu bahwa ada tujuh daerah termasuk Samarinda yang pendaftaran peserta pilkda diperpanjang tiga hari. Sehingga pilkada di Samarinda tak hanya diikuti Syaharie dan pasangannya sematara.
"Justru kita ingin bahwa seluruh daerah ikut pilkada," kata Tjahjo.
Ia menyarankan perwakilan masyarakat dan tokoh Samarinda, turut menyampaikan aspirasi ke KPU pusat sebagai penyelenggara pemilu. KPU menambah waktu pendaftaran pada 9 sampai 11 Agustus mendatang.
Ketujuh daerah yang mendapat perpanjangan peserta pilkada serentak adalah Kabupaten Tasikmalaya, Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pacitan, Kota Mataram, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kota Samarinda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mou-mendagri-dan-komnas-ham-tentang-penanganan-ham_20150629_150215.jpg)