Minggu, 12 April 2026

Strategi Pariwisata Indonesia Makin Digencarkan kali Ini Lewat Singapura

Salah satu prinsip dalam bermitra bisnis adalah win win solution Kedua belah pihak mendapatkan benefit yang proporsional signifikan dan masuk akal

Editor: Toni Bramantoro
TRIBUN/DANY PERMANA
Arief Yahya 

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Salah satu prinsip dalam bermitra bisnis adalah win win solution. Kedua belah pihak mendapatkan benefit yang proporsional, signifikan dan masuk akal.

Itulah kunci utama yang dipegang Menteri Pariwisata Dr Ir Arief Yahya MSc, saat sales mission ke Treasury House, Singapura, Selasa, 25 Agustus 2015.

Karena itu pula, Minister of Tourism, S Iswaran langsung bersalaman dan bakal meluncurkan program Joint Promotion on Single Destination, dan Cruise Shipping Development Oktober 2015.  

“Saya tahu, Singapura itu negara yang dikelola seperti company. Kalau tidak ada benefit dan opportunity yang signifikan, mereka pasti tidak berminat. Ogah-ogahan. Tetapi ketika menemukan prospek pertambahan velue, mereka langsung bergerak cepat. Saya sudah hitungkan detail nilai bisnis ketika Unique Singapura dan Wonderful Indonesia joint selling melalui pintu Singapore, untuk menembus pasar global,” ungkap Menpar, Arief Yahya.

Hasilnya?

“Oktober 2015 langsung running. Cuma butuh satu bulan untuk persiapan MoU, mengemas paket, materi promo, dan segala administrasinya. Kami optimis, timing liburan akhir tahun, November-Desember 2015, menjadi peluang kita untuk mengejar jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Singapura,” urai pria yang tahun 2006 lalu sudah dijuluki Business Future Leader, urutan ke-25 versi Majalah Swa itu.

Aktivitas Manpar Arief Yahya ke Singapore itu betul-betul sudah hard sale. Sudah jualan paket. Bukan lagi branding atau soft marketing. Mengapa trik itu dilakukan? Pertama, dari sisi Destinasi (D).

Singapore dekat, bahkan boleh dibilang menyatu dengan Batam-Bintan, yang sering dinamai “Great Batam.” Aksesibilitas dari dan ke Singapore-Batam, Singapore-Bintan, juga banyak, tidak sampai satu jam perjalanan laut. Apalagi via pesawat?

“Karakter destinasi Singapura – Batam-Bintan itu saling melengkapi, saling mengisi, masing-masing punya plus minus. Singapore unggul dalam shopping dan wahana-wahana man made, buatan manusia. Seperti Universal Studio, Sentosa Island, Jurong Birds Park, Singapore Flyer, Madame Tussauds, Singapore Zoo, Marine Life Park, Marina bay sands, Wild Wild Wet, Wisata Big splash, dan sebangsanya, itu semua buatan tangan manusia,” jelas Arief Yahya.

Sedangkan Wonderful Indonesia memiliki keunggulan dalam alam, natural, eksotisme, kultural yang didominasi oleh ciptaan Tuhan. Bintan punya modal kuat dengan pantai berpasir putih, snorkeling, diving, terumbu karang dan biota laut, air laut yang jernih, olahraga air laut, mangroov, dan lainnya. Batam kuat dalam kuliner dan belanja barang yang murah meriah.

“Karena itu, kami sepakat untuk berjualan bersama, mengejar pasar turis dunia dari Singapura,” papar periah The Best CEO 2014 Indonesia Leadership Award SWA itu.

Kedua, dari sisi Originasi (O). Singapore sendiri adalah pasar yang sangat strategis buat Indonesia. Selama ini, Negeri Singa Putih itu masih menempati peringkat nomor satu jumlah wisman ke Indonesia, baru disusul Malaysia, Tiongkok, Australia dan Jepang. Dari Januari-Mei 2015, wisman asal Singapura masih naik 1 persen, menjadi 587.015 orang.

“Karena itu, kerjasama ini menjadi semakin pas. Sambil menyelam minum air, sambil berjualan bersama, mereka juga menjadi objek pasar wisata ke Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, Singapura sendiri tahun 2014 menembus angka 15,1 juta turis yang masuk dari seluruh dunia. Angka itu naik 2 persen dari tahun sebelumnya, 2013 yang tercatat 14,2 juta. Bandingkan dengan Indonesia, dengan luas wilayah yang besar, jumlah destinasi yang lebih variatif dan banyak? Indonesia hanya 9,4 juta.

“Karena itu kita gandeng Singapura untuk bersama-sama joint selling on single destination. Kebetulan tahun 2015 ini mereka juga sedang lesu, turun 4,1% kunjungan wisman-nya. Indonesia masih bertumbuh 3,86%, tetapi itu masih jauh dari proyeksi. Jadi, kita sama-sama berkepentingan untuk menaikkan jumlah wisman,” papar Arief Yahya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved