Senin, 20 April 2026

Nama Presiden dan Wapres Dicatut

Kurtubi: Tak Etis Ketua DPR Tentukan Besaran Saham Freeport

Sangat tidak etis ketua DPR dan pengusaha hendak menentukan besaran saham yang bisa 'diberikan' kepada Presiden dan Wakil Presiden.

TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Kertas HVS bertuliskan Setya Novanto Mundurlah diperlihatkan para tokoh yang hadir dalam diskusi publik bertajuk Setyo Novanto Mundurlah yang digelar di Kedai Kopi Deli, Jl. Sunda, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/11/2015). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

Di dalam rekaman yang diperdengarkan dalam sidang MKD pada Rabu (2/12/2015) malam, Setya dan Riza tak hanya membicarakan kontrak karya Freeport dan pembangunan PLTA Urumuka, Papua.

Mereka juga menyinggung soal sikap Presiden Jokowi yang keras kepala hingga kejadian Jokowi dimarahi Megawati dan Budi Gunawan.

"Saya lebih banyak mendengar, mereka sudah sangat asyik bicara ke sana kemari. Insting saya dengan profesi terdahulu, rasanya tidak pantas hal itu dibicarakan seorang pengusaha dan pimpinan lembaga. Akhirnya untuk kedua kalinya, saya menghentikan pembicaraan dan bilang terima kasih atas waktunya, lalu saya pamit keluar," ucap Maroef.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved