Sabtu, 11 April 2026

Ajaran Radikalisme

GP Ansor Ungkap Buku TK Berpaham Radikalisme, Netizen: Ansor Ki Paling Jos Sak Dunyo

GP Ansor telah menemukan buku pelajaran memuat unsur radikalisme beredar di Depok, Jawa Barat

Editor: Yudie Thirzano
KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA
Wakil Ketua Umum GP Ansor, Benny Ramdhani menunjukkan buku-buku ajar TK yang mengandung unsur radikalisme 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Gebrakan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengungkap temuan penyebaran paham radikal di sekolah tingkat TK dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) mendapat apresiasi netizen.

Tribunnews.com pada Rabu (20/1/2016) memberitakan, GP Ansor telah menemukan buku pelajaran memuat unsur radikalisme beredar di Depok, Jawa Barat. (Baca juga: GP Ansor Temukan Buku Pelajaran Anak TK Berbau Unsur Radikalisme)

Seniman Sujiwo Tejo melalui akun Twitter menyambut positif temuan GP Ansor. "Salut buat Ansor .. @tribunnews: GP Ansor Temukan Buku Pelajaran Anak TK Berbau Unsur Radikalisme," tulis akun @sudjiwotedjo.

Kicauan @sudjiwotedjo mendapat respon netizen yang kemudian meneruskan dengan cara retweet.

Temuan GP Ansor juga menuai respon dari tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla.

"Salut Ansor meng-ekspos ini. Ini bentuk kongkrit partisipasi publik untuk cegah terorisme berkembang," tulis akun @ulil.

Netizen bernama Ahmad Falahy Niza via akun ‏@fahyniz menulis, "Keren GP ANSOR!"

Begitu pula akun @DarmawanArief_ menulis, "Ansor ki paling jos sak dunyo e *siull" (Ansor ini paling jos sedunia, red)

Wakil Ketua Umum GP Ansor Benny Rhamdani mengatakan, penemuan tersebut berdasarkan adanya laporan orangtua salah satu murid TK yang ada di Depok pada Selasa (19/1/2016).

"Kami menemukan fakta di lapangan bahwa ada upaya pihak- pihak tertentu yang senantiasa menggunakan media sekolah untuk menyebarkan benih radikalisme di tengah masyarakat kita, salah satunya lewat buku ini."

"Ini patut diduga upaya mencuci otak kepada anak-anak terkait paham radikalisme," kata Benny Rhamdani dalam konferensi pers di Kantor GP Ansor, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).

Benny menjelaskan buku berbau unsur radikalisme itu dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis berjudul 'Anak Islam suka membaca'.

Di dalam buku tersebut terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme di antaranya sabotase, gelora hati ke Saudi, bom, sahid di medan jihad, selesai raih bantai Kiai hingga cari lokasi di Kota Bekasi. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved