Mau Saksikan Gerhana Matahari Total, Wapres Sulit Cari Penginapan
Orang diajar salah untuk tidak bisa melihat, dan harus tinggal di rumah, itu kesalahan besar
TRIBUNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia adalah negara di mana fenomena gerhana matahari total tahun ini, dapat disaksikan.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengaku tidak akan melewatkan kesempatan tersebut, dan juga berniat menyaksikan fenomena tersebut.
Kepada wartawan di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (29/2/2016), Jusuf Kalla mengatakan rencananya menyaksikan gerhana matahari total, juga untuk mengkoreksi kebijakan pemerintah pada 1983 lalu.
Saat itu fenomena gerhana matahari total berlangsung di atas pulau Jawa.
Namun pemerintah justru mengkampanyekan agar masyarakat tidak menyaksikan fenomena tersebut, karena dapat mengganggu kesehatan mata.
"Orang diajar salah untuk tidak bisa melihat, dan harus tinggal di rumah, itu kesalahan besar," ujarnya.
Padahal bila menggunakan kacamata khusus, menyaksikan gerhana matahari total tidak akan mempengaruhi kesehatan mata. Hal itu lah yang dikampanyekan pemerintah saat ini.
"Oleh karena itu dianjurkan justru untuk dilihat, walaupun harus pakai kacamata khusus," ujarnya.
Namun demikian ia belum bisa memastikan, di mana ia akan menyaksikan fenomena tersebut.
Pasalnya, fenomena tersebut telah mengundang minat banyak orang. Sehingga penginapan di tempat fenomena itu bisa disaksikan, nyaris tidak ada yang kosong.
Ia pun ikut kesultan mendapatkan penginapan.
"Semua penuh, Palu penuh, Ternate penuh. Bahkan ada yang sudah booking dari tahun 2014 lalu," katanya.
"Nanti lah diatur, saya masih cari tempat kosong," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gerhana-matahari_20160227_125906.jpg)