Prahara Partai Golkar
Golkar Daftarkan Pengurus Baru Jelang Munas
Dalam kepengurusan tersebut sejumlah nama elit Golkar hasil Munas Ancol masuk dalam jajaran pengurus.
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar mendaftarkan susunan kepengurusan penggabungan dari Munas Riau dan Bali ke Kemenkumham.
Hal itu disampaikan Politikus Golkar Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/3/2016).
"Konon katanya sudah didaftarkan. Kita lihat saja," kata Bambang.
Dalam kepengurusan tersebut sejumlah nama elit Golkar hasil Munas Ancol masuk dalam jajaran pengurus.
Bambang menyebutkan masuknya Agung Laksono, Yorrys Raweyai, Agun Gunandjar Sudarsa, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Zainudin Amali.
Sementara Yorrys Raweyai yang dikonfirmasi mengatakan surat kepengurusan tersebut sudah diserahkan pekan lalu.
Harapannya, Surat Keputusan (SK) Menkumham mengenai kepengurusan Golkar keluar pada pekan ini.
"Idrus sama Nurdin yang menyusun. Yang penting rekonsiliatif dan berkeadilan," kata Yorrys.
Dalam surat tersebut, posisi Agung Laksono menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Golkar. Yorrys mengatakan hal itu dilakukan untuk mempersiapkan Munas.
"Yang penting, yang kita usulkan lebih ke persiapan penyelenggara Munas. Untuk legalitas penyelenggaraan Munas, penguatan legalitas tingkat I dan tingkat II," katanya.
Politikus Golkar Agun Gunandjar membenarkan adanya penggabungan kepengurusan tersebut.
Ia mengatakan adanya sejumlah nama yang masuk dalam kepengurusan itu. Termasuk namanya sendiri.
"Tapi saya dengar ada nama saya di dalamnya dan saya tidak keberatan," katanya.