Prahara Partai Golkar
Fraksi Golkar Larang Tenaga Ahli Ikut Kampanye Calon Ketua Umum Bukti Novanto Paranoid
Keluarnya surat itu membuktikan betapa Novanto dan Aziz benar-benar menutup ruang bagi calon lawan-lawannya untuk mempersiapkan diri jelang Munaslub.
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi Golkar mengeluarkan surat larangan bagi tenaga ahli fraksi dan anggota untuk ikut serta dalam proses kandidasi calon ketua umum Golkar.
Surat bernomor INT.00.755/FPG/DPR-RI/III/2016 ditandatangani Ketua Fraksi Setya Novanto dan Sekretaris Fraksi Aziz Syamsuddin tertinggal 14 Maret 2016.
Dalam surat tersebut berisi hasil rapat pimpinan F Partai Golkar dengan Tenaga Ahli FPG DPR RI pada Kamis 10 Maret 2016.
Dalam rangka peningkatan kerja tenaga ahli FPG menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Pimpinan FPG melarang tenaga ahli FPG khususnya tenaga ahli anggota umumnya terlibat aktif dalam proses kandidasi Calon Ketua Umum DPP Golkar pada Munaslub Golkar 2016.
Menurut Pengamat Politik dari Segitiga Institute, Muhammad Sukron, keluarnya surat itu membuktikan betapa Novanto dan Aziz benar-benar menutup ruang bagi calon lawan-lawannya untuk mempersiapkan diri jelang Munaslub Golkar mendatang.
Baginya, surat itu membuktikan betapa besarnya ketakutan Novanto dan Aziz.
"Novanto cuma paranoid saja. Padahal pemilihan ketua umum Golkar itu kan tergantung pengurus daerah dan DPP Golkar yang punya hak suara di Munaslub. Tak ada kaitan dengan Tenaga Ahli Fraksi," kata Sukron dalam keterangannya, Jumat (18/3/2016).
Menurut Sukron, jauh lebih positif bila Novanto justru memperbaiki kualitas dirinya sendiri, dengan sering-sering hadir dalam rapat-rapat di DPR.
Bukannya malah menitip absen seperti kejadian di rapat paripurna DPR beberapa waktu lalu.
"Novanto harusnya ngaca dong. Bukan performa Tenaga Ahli yang harusnya diperbaiki, tapi justru performa dirinya sendiri," tegas Sukron.