Prahara Partai Golkar
Aziz Syamsuddin Diyakini Bisa Bawa Kembali Kejayaan Golkar
Munculnnya generasi muda sebagai pemimpin saat ini tidak akan bisa dibendung.
Penulis:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Punahnya dinosaurus bukan karena mahluk itu tidak kuat, tapi karena ia tidak mampu beradaptasi dengan perubahan yang dahsyat.
Demikian juga dengan yang terjadi baru-baru ini, demo anarkis penolakan taksi konvesional terhadap taksi online.
Padahal tehnologi tidak akan mampu dibendung, begitu pun dunia politik.
Munculnya generasi muda sebagai pemimpin saat ini tidak akan bisa dibendung.
“Jadi bukan hanya Golkar, tapi seluruh hal terkait perpolitikan tanah air. Saya yakin generasi muda yang maju menjadi kandidat Ketua Umum Partai Golkar seperti Aziz Syamsuddin tidak akan bisa dibendung,” kata Chief Executive Officer (CEO) Panggung Indonesia Ichwanudin Siregar di Jakarta, Senin (28/3/2016).
Menurutnya, jika Golkar melawan era kepemimpinan muda ini, maka siap-siap partai berlambang pohon beringin tersebut tergilas oleh zaman.
Menurutnya, era kepemimpinan muda ini sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka.
Lihat saja berapa usia sejumlah politisi yang memperjuangkan kemerdekaan ini. Seperti Soekarno Hatta saat memimpin partai dan terpilih menjadi presiden RI pertama.
"Nah, kini kembali muncul saat Jokowi terpilih sebagai presiden, lalu diikuti terpilihnya sejumlah generasi muda pada pilkada serentak 2015 lalu. Sebut saja Gubernur Jambi Zumi Zola yang terpilih diusia 35 tahun dan Bupati Trenggalek Emil Dardak (31),” ujar Ichwanudin.
“Bahkan Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin memcahkan rekor MURI sebagai Wabup termuda dengan usia 25 tahun,” ujarnya.
Kembali ke sosok Aziz, Ichwanudin menegaskan, mantan Ketua Umum KNPI ini merupakan sosok generasi muda Golkar yang diyakini bisa membawa kejayaan partai itu kembali.
“Keinginan-keinginan kader Golkar ini terlihat saat Aziz melakukan konsolidasi ke sejumlah wilayah yang disambut hangat oleh seluruh kader Golkar di daerah,” katanya.