NasDem Tak Berikan Toleransi Bagi Kadernya yang Terlilit Masalah Hukum
“Jika ada salah satu kader terbukti secara hukum terlibat hal itu, maka kami detik dan jam itu juga tidak ada toleransi sedikit pun akan langsung meme
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai NasDem tidak akan memberikan toleransi bagi kadernya yang terlilit masalah hukum.
Ketua Bappilu Partai NasDem Enggartiasto Lukita berharap ke depan tidak ada lagi kader atau calon kepala daerah yang diusung Partai NasDem cacat hukum dan tersangkut korupsi.
“Jika ada salah satu kader terbukti secara hukum terlibat hal itu, maka kami detik dan jam itu juga tidak ada toleransi sedikit pun akan langsung memecatnya,” kata Enggar dalam siaran pers yang diterima tribunnews.com, Selasa (5/4/2016).
Enggar menyebut dalam proses penjaringan kader Partai NasDem yang akan diduduk di legislatif akan lebih selektif.
Satu diantaranya sebelum diposisikan sebagai calon, daftar susunan nama-nama tersebut akan dibawa kepada penegak hukum.
“Kalau pun toh dia secara elektabilitasnya tinggi tetapi ternyata memiliki terkait kasus hukum maka kami tidak akan mencalonkannya,” ucapnya.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi khusus (Rakorsus) Bappilu dan OKK Partai NasDem yang berlangsung pada 3-5 April 2016, partai tersebut menargetkan perolehan sebanyak 100 kursi DPR pada Pileg 2019.
Angka tersebut bukanlah angka yang mustahil bisa diraih Partai NasDem.
Hal ini, kata Enggar, dibuktikan dengan cukup besarnya aspirasi dari masyarakat terhadap pasangan calon kepala daerah yang diusung Partai NasDem pada Pilkada 2015.
“Hasil dari aspirasi masyarakat yang telah kami serap pada Pilkada 2015 serta awal dari proses penjaringan calon legislatif (caleg). Dengan hasil inilah, kita (Partai NasDem) menaruh optimisme,” katanya.
Namun, Enggar mengakui bahwa dalam mewujudkan target tersebut bukanlah sebuah beban yang sangat sederhana.
Apalagi, lanjutnya, sebagaimana pesan dari Ketua Umum Partai NasDem, bahwa kehadiran institusi partai politik harus mampu menampung aspirasi rakyat dan melayani masyarakat.
“Karenanya, dalam struktur partai di setiap tingkatan harus mengambil peranan dalam masyarakat. Itulah ensensi dari kehadiran partai kita,” tutur Enggar.
Terkait politik tanpa mahar kepada calon kepala daerah dalam Pilkada yang diusung Partai NasDem, Enggar menegaskan bahwa Partai NasDem merupakan partai yang terbuka.
Sehingga setiap figur yang diinginkan masyarakat akan menjadi kewajiban Partai untuk mendukung apa yang menjadi pilihan masyarakat tersebut.
“Sekalipun calon itu di luar dari kader Partai NasDem, pasti kami akan mengusungnya,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/enggartiasto-lukita_20160307_124530.jpg)