Prahara Partai Golkar
Takut Terjadi kecemburuan, Ical Tak Mau Tentukan Dukungan Untuk Bakal Calon Ketua Umum Golkar
Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) mengaku ingin bersikap netral menjelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai be
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) mengaku ingin bersikap netral menjelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai berlambang pohon beringin tersebut.
Menurut Ical semua bakal calon ketua umum Golkar tidak ada yang dibedakannya.
Adapun nama-nama bakal calon ketua umum Golkar adalah Aziz Syamsudin, Priyo Budi Santoso, Setya Novanto, Airlangga Hartarto, Ade Komarudin, dan Idrus Marham.
Nama-nama tersebut dianggapnya sebagai adik.
"Semua (bakal calon ketua umum) adik-adik saya. Yang berada di kepengurusan sekarang di pusat maupun daerah jauh lebih muda dari saya," kata Aburizal di sela acara ICAPP, Jakarta, Jumat (22/4/2016).
Ical menuturkan, Golkar memiliki kader yang mumpuni untuk menjadi ketua umum.
Dikatakan Ical, dirinya menghindari adanya kecemburuan jika hanya memilih satu calon ketua umum saja.
"Kalau saya lebih pilih adik saya yang satu dibanding yang lain kan enggak boleh," katanya.
Ical pun mengingatkan bahwa bakal calon ketua umum harus kader Golkar pernah menjadi pengurus selama lima tahun.
Menurutnya, calon ketua umum Golkar harus mampu membawa Golkar ke arah kemenangan.
"Harus juga punya visi yang sesuai dengan visi Golkar 2045, Indonesia sejahtera," katanya.