Turki Akan Lebih Agresif Galang Kekuatan untuk Tumpas ISIS
Hanafi Rais menilai Turki akan lebih agresif melancarkan perang terhadap terorisme.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menilai Turki akan lebih agresif melancarkan perang terhadap terorisme. Turki juga akan menggalang kekuatan multinasional untuk menumpas ISIS.
Hal itu terkait ledakan bom di Bandara Ataturk Turki.
"Turki akan lebih agresif pascakejadian tersebut," kata Hanafi melalui pesan singkat, Kamis (30/6/2016).
Mengenai keterkaitan hasil konferensi Paris dengan isu Palestina, Hanafi belum melihatnya. Namun bila hal itu benar, maka Turki akan ditarik dalam barisan depan berperang melawan ISIS. Sebab, selama ini ISIS dab Turki hanya melakukan perang proxy di Suriah.
Politikus PAN itu mengatakan target bom di Istanbul untuk menyasar warga lokal dan turis. Tujuannya untuk membuat ekonomi Turki rusak yang selama ini menjadi destinasi wisata dunia.
"ISIS adalah simbol deviasi islam sementara Turki adalah simbol norma modernitas Islam," katanya.
Ia melihat Turki dapat mengajak negara-negara mayoritas Islam lainnya yang jadi simbol modernitas Islam seperti Indonesia untuk ikut bergabung.
"Nah jika begini maka indonesia akan dituntut bersikap," imbuhnya.
Telah diberitakan sebelumnya bahwa pelaku bom bunuh diri di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, itu berjumlah tiga orang, mengenakan rompi peledak.
Saksi mata mengatakan para pelaku mengenakan pakaian serba hitam dan di antaranya ada yang tidak mengenakan penutup kepala.
Dikatakan pula mereka bersenjatakan AK-47, yang digunakan dalam baku tembak dengan kepolisian sebelum tiga pelaku itu meledakkan diri.
Seorang dari tiga pelaku itu juga dikatakan sempat menembak secara membabi buta di area ketibaan terminal internasional, sebelum meledakkan dirinya di sana.
"Dia menembaki siapa saja yang ada di hadapannya. Die berpakaian serba hitam dan tanpa penutup kepala," sebut seorang saksi mata, Paul Roos.
Tiga ledakan terjadi di bandara itu dan menewaskan 36 orang sejauh ini, dan diperkirakan akan terus bertambah hingga 50 orang.
Sedangkan, korban cedera diketahui berjumlah 147 orang.
Kejadian ini diduga telah didalangi oleh kelompok militan ISIS, yang militannya memang telah melakukan banyak serangan teror di Turki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ledakan-di-turki_20160629_142128.jpg)