Selasa, 14 April 2026

Reshuffle Kabinet

Ketua DPR Tidak Khawatir Sri Mulyani Diangkat Jadi Menkeu

Ketua DPR RI menegaskan tidak khawatir terhadap Menteri Keuangan yang baru yaitu Sri Mulyani di jajaran pemerintahan Jokowi-JK.

Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melambaikan tangan saat pengumuman perombakan kabinet atau reshuffle jilid 2 di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7/2016). Sri Mulyani menggantikan Bambang Brodjonegoro yang digeser menjadi Kepala Bappenas. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI, Ade Komarudin menegaskan tidak khawatir terhadap Menteri Keuangan yang baru yaitu Sri Mulyani di jajaran pemerintahan Jokowi-JK.

Meski Sri Mulyani dikenal sebagai sosok berhaluan neolib, namun Ade yakin dengan pengalamannya tersebut Sri diharapkan mampu mengembalikan situasi dan kondisi ekonomi yang lebih baik dibanding sebelumnya.

“Saya tidak pernah khawatir dengan siapapun. Selama eksekutif, legislatif, yudikatif dan rakyat kompak serta bersama-sama dalam membangun bangsa ini, maka intervensi asing tidak akan mampu menggoyahkan kekuatan bangsa dan negara ini,” kata Ade di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Pria yang akrab disapa Akom itu menuturkan, Jokowi sebagai Presiden RI pasti memahami latar belakang dan kemampuan menterinya untuk menjalankan pemerintahan ke depan. Tapi, kalau soal kenapa Sri Mulyani yang dipilih, itu tentu Jokowi yang bisa menjawab.

"Jadi, yang penting semua kekuatan bangsa ini kompak. Buktinya UU Tax Amnesty semua mendukung dan kini mulai berjalan. Bahkan pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik di tengah negara lain masih mengkhawatirkan,” tuturnya.

Demikian juga dengan dipilihnya Ketua Umum Hanura Wiranto sebagai Menkopolhukam menggantikan Luhut Binsar Panjaitan.
Kalau kita terus mengungkit-ngungkit masa lalu, apakah pelanggaran HAM berat dan sebagainya yang selama dituduhkan oleh Barat, tentu kata Akom, kita tak akan pernah selesai membangun bangsanya sendiri.

"Itu sudah masa lalu, dan sudah selesai. Sehingga tak perlu lagi diungkit-ungkit. Jadi, yang penting semua harus kompak. Insya Allah Indonesia akan bangkit dan mampu menyejahterakan rakyat,” tegasnya.

Akom menilai, reshuffle kabinet jilid II ini sudah mendapat respon positif pasar, sehingga Jokowi melakukan langkah yang tepat.

Karena itu lanjut Akom, semua pihak harus mendukung agar pemerintah mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Semua harus mendukung, dan terbukti reshuffle ini mendapat respon positif dari pasar, maka pertumbuhan ekonomi pun mulai membaik,” tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved