Jumat, 17 April 2026

Pengakuan Freddy Budiman

Haris Azhar Mengaku Pilih Waktu Tepat Bongkar Informasi Freddy Budiman

Ia khawatir jika informasi ini dibeberkan, justru tidak akan ditanggapi oleh aparat penegak hukum.

Editor: Johnson Simanjuntak
Tribunnews.com/ Valdy Arief
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Haris Azhar mengaku, memilih waktu yang tepat untuk membongkar informasi yang diberikan terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) itu mengatakan informasi itu diperoleh pada 2014 silam.

Dari informasi yang didapat, ia menyebut, ada peran Badan Narkotika Nasional, Polri dan TNI di balik bisnis narkoba yang dikendalikan Freddy selama ini.

“Ini merupakan waktu yang tepat untuk mengungkap mafia narkoba yang menggurita,” kata Haris saat memberikan keterangan di Kantor Seknas Peradi, Jakarta, Senin (8/8/2016).

Haris mengatakan, ketika dirinya mendapat informasi itu pertama kali, saat itu waktunya bertepatan dengan penyelenggaraan Pemilu serta Pilpres 2014.

Ia khawatir jika informasi ini dibeberkan, justru tidak akan ditanggapi oleh aparat penegak hukum.

Haris lantas menunggu pemerintahan baru terbentuk. Namun, pemerintahan yang baru rupanya memerlukan waktu yang cukup untuk melakukan konsolidasi internal.

Adanya perseteruan antara Polri dan KPK tahun 2015, menjadi indikasi jika konsolidasi diperlukan.

“Ketiga, kami mengikuti keterangan Freddy Budiman,” kata dia.

Menurut Haris, keterangan Freddy yang sebelumnya disampaikan di pledoi, dari hasil penelusuran Kontras, tidak ditemukan baik itu di PN Jakarta Barat maupun Mahkamah Agung.

Baru beberapa waktu lalu berkas pledoi itu dapat ditemukan setelah kabar informasi dugaan keterlibatan ketiga instansi itu mencuat ke publik.

Ia menambahkan, Kontras juga menemukan adanya upaya hukum yang tidak berlanjut.

Bahkan, ia menyebut, jika upaya penghilangan itu diduga dilakukan oleh pihak pengadilan.

“Freddy mengungkap nama yang di atas, tapi justru yang diperiksa orang-orang di bawah. Itu kami temukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir,” ujar dia.

Lebih jauh, Haris menegaskan, jika dirinya tidak berniat untuk tidak kooperatif dengan Polri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved