Breaking News:

Pengakuan Freddy Budiman

Haris Azhar Mengaku Pilih Waktu Tepat Bongkar Informasi Freddy Budiman

Ia khawatir jika informasi ini dibeberkan, justru tidak akan ditanggapi oleh aparat penegak hukum.

Tribunnews.com/ Valdy Arief
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Haris Azhar mengaku, memilih waktu yang tepat untuk membongkar informasi yang diberikan terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) itu mengatakan informasi itu diperoleh pada 2014 silam.

Dari informasi yang didapat, ia menyebut, ada peran Badan Narkotika Nasional, Polri dan TNI di balik bisnis narkoba yang dikendalikan Freddy selama ini.

“Ini merupakan waktu yang tepat untuk mengungkap mafia narkoba yang menggurita,” kata Haris saat memberikan keterangan di Kantor Seknas Peradi, Jakarta, Senin (8/8/2016).

Haris mengatakan, ketika dirinya mendapat informasi itu pertama kali, saat itu waktunya bertepatan dengan penyelenggaraan Pemilu serta Pilpres 2014.

Ia khawatir jika informasi ini dibeberkan, justru tidak akan ditanggapi oleh aparat penegak hukum.

Haris lantas menunggu pemerintahan baru terbentuk. Namun, pemerintahan yang baru rupanya memerlukan waktu yang cukup untuk melakukan konsolidasi internal.

Adanya perseteruan antara Polri dan KPK tahun 2015, menjadi indikasi jika konsolidasi diperlukan.

“Ketiga, kami mengikuti keterangan Freddy Budiman,” kata dia.

Menurut Haris, keterangan Freddy yang sebelumnya disampaikan di pledoi, dari hasil penelusuran Kontras, tidak ditemukan baik itu di PN Jakarta Barat maupun Mahkamah Agung.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved