Selasa, 21 April 2026

Menuju Net Zero 2060, TNI AL Mulai Gunakan Bus Listrik untuk Mobilitas Prajurit

Transisi ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan menekan ketergantungan pada BBM impor

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Bobby Wiratama
Dispenal
ARMADA BUS LISTRIK - KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, TNI AL memperkenalkan armada bus listrik perdana di lingkungan Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali meresmikan armada bus listrik pertama di Mabesal sebagai langkah konkret TNI AL mendukung target Net Zero Emission 2060.
  • Bus tipe heavy duty berkapasitas 33 kursi ini dilengkapi baterai 255 kWh dan fitur keamanan canggih, termasuk sistem pemadam otomatis serta uji ketahanan ekstrem terhadap api dan air
  • Penggunaan kendaraan listrik ini bertujuan meningkatkan efisiensi mobilitas prajurit, mengurangi polusi udara, serta memproyeksikan penghematan BBM hingga 50 persen

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) kini resmi memasuki era mobilitas bersih.

Dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, TNI AL memperkenalkan armada bus listrik perdana sebagai langkah konkret mendukung target Net Zero Emission 2060, Rabu (16/4/2026).

Langkah strategis ini mengukuhkan posisi TNI AL sebagai pelopor transformasi kendaraan ramah lingkungan di instansi militer Indonesia.

Selain memodernisasi sarana operasional, transisi ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan menekan ketergantungan pada BBM impor.

Spesifikasi Tangguh di Medan Ekstrem

Bus listrik tipe heavy duty berbobot 15,2 ton ini bukan kendaraan biasa.

Dirancang untuk durabilitas tinggi, armada ini menggendong baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 255 kWh yang mampu melesat hingga 100 km/jam.

Keamanan prajurit menjadi prioritas utama.

Sebelum resmi beroperasi, bus berkapasitas 33 kursi ini telah lolos serangkaian uji coba ekstrem, mulai dari uji getaran, kejut mekanis, hingga uji ketahanan terhadap api dan perendaman air.

Fitur keselamatannya pun sangat canggih, meliputi:

  • Sistem Pemadam Otomatis: Terpasang di ruang baterai dan kontrol.
  • Keamanan Digital: Dilengkapi GPS tracking, battery monitoring, dan 12 titik kamera CCTV.
  • Sistem Darurat: Memiliki Main Power Cut Off Switch untuk memutus arus listrik seketika dalam kondisi darurat.

Di hadapan awak media, Ali menekankan bahwa kehadiran bus listrik ini akan sangat membantu mobilitas prajurit, terutama bagi mereka yang tinggal di kompleks perumahan yang cukup jauh dari satuan kerja.

"Selain meningkatkan efisiensi gerak prajurit, penggunaan bus listrik ini berkontribusi langsung dalam mengurangi polusi udara di Jakarta," ujar Laksamana Muhammad Ali.

Ia menambahkan bahwa penghematan yang dihasilkan sangat signifikan.

Dengan mengombinasikan bus, mobil listrik, dan kendaraan hybrid, TNI AL memproyeksikan penghematan bahan bakar hingga 50 persen.

Program ini merupakan bagian dari visi besar yang selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan transisi energi secara bertahap demi menekan impor BBM.

Ali menegaskan bahwa modernisasi ini tidak akan berhenti di Jakarta.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved