Pilgub DKI Jakarta
Pengamat: Urusan TKI Masih Memble, Nusron Jangan Jadi Timses Ahok
Silakan saja Nusron pilih Ahok dan kesampingkan tugas dari presiden.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kritikan atas keterlibatan Kepala BPN2TKI, Nusron Wahid menjadi timses Basuki Tjahaja Purnama dalam pilkada DKI terus mengalir.
Juru bicara Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi), Hendri Satrio mengatakan sebaiknya Nusron Wahid fokus terhadap tugasnya.
"Nusron harus menjaga mental dan aturan yang telah dibuat oleh presiden. Memimpin lembaga yang memayungi nasib TKI seluruh Indonesia bukan pekerjaan sederhana yang bisa disambi," kata Hendri melalui pesan singkatnya, Rabu (31/8/2016).
Hendri menambahkan, kalau memang memilih menjadi timses, seharusnya Nusron lepas melepaskan jabatan yang saat ini melekat.
Silakan saja Nusron pilih Ahok dan kesampingkan tugas dari presiden.
"Masih banyak orang bermutu di Indonesia yang setia kepada presiden. Namun perlu ingat, Ahok bukanlah Jokowi," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator JakartaHebat Fauzan Luthsa yang juga tim relawan pendukung Ahok mengungkapkan, keterlibatan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, komisaris BUMN Danareksa Kartika Rini Djoemadi dan komisaris BUMN JICT Taufan Hunneman amat disayangkan.
Karena mengingat tugas menjadi komisaris bukanlah pekerjaan yang mudah, terlebih BUMN saat ini dituntut menjadi institusi yang profesional.
Selain itu, korporasi negara seperti BUMN sebaiknya tidak diseret untuk kepentingan politik, apalagi politik tingkat lokal.
Fauzan menyarankan agar Nusron Wahid, Kartika Rini Djoemadi dan Taufan Hunneman segera bersikap dan memilih menjadi timses Ahok atau mengenyampingkan tugas dari presiden.
Fauzan menambahkan, sebaiknya Kepala BNP2TKI Nusron Wahid fokus mengurus dengan baik jutaan TKI yang jelas memberikan kontribusi devisa besar bagi negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nusron-wahid_20160827_172145.jpg)