Selasa, 21 April 2026

Survei SMRC: KKP Paling Baik Kinerjanya, Kemendikbud Peringkat Ketiga

Dalam survei tersebut disebutkan, bila pada Juni 2016 respon warga sebesar 34%, sementara pada bulan Oktober 2016 meningkat menjadi 38%

SURYA/SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
PANTAU KIP - Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bertanya pada siswi dalam kunjungan untuk memantau distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SDN Mangliawan 1, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (2/9/2016). Mendikbud RI melakukan serangkaian kunjungan ke beberapa sekolah untuk melihat langsung distribusi dan pencairan KIP di Kabupaten dan Kota Malang. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski baru saja mengemban jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy berhasil membawa lembaga yang dipimpinnya menjadi yang paling baik kinerjanya.

“Kementerian yang dinilai paling baik kinerjanya adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebanyak 23%, Kementerian Agama 8,4 %, Kemendikbud 5,5 % dan Kementerian keuangan 4,6 persen,” ujar Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas dalam pernyataannya, Senin(24/10/2016).

Dalam survei tersebut disebutkan, jika pada bulan Oktober 2016 ada sekitar 38% warga merasa semakin ringan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, lebih banyak dibanding yang merasa semakin berat 29%.

Sementara yang merasa sama saja ada sekitar 29%.

Hasil survei tersebut menunjukkan jika respon positif warga terus mengalami peningkatan yang positif selama 3 bulan kepemimpinan Muhadjir Effendy.

Dalam survei tersebut disebutkan, bila pada Juni 2016 respon warga sebesar 34%, sementara pada bulan Oktober 2016 meningkat menjadi 38%.

Belum lagi bila dibandingkan dengan respon positif warga pada bulan Oktober 2015, yang hanya sebesar 32% saja.

Sejak dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dua bulan lalu, Muhadjir Effendy memang langsung tancap gas.

Perombakan besar-besaran seperti yang seringkali diamanatkan Presiden Jokowi ia jalankan dengan cepat.

Fokusnya ada pada tiga hal, yaitu penguatan pendidikan karakter, inovasi dan percepatan distribusi KIP, serta rehabilitasi sekolah.

Demikian pula dengan upaya revitalisasi pendidikan vokasional maupun program full day school yang sempat mencuat ke permukaan, perlahan mulai direspon positif.

Terbukti kini ada ribuan sekolah yang siap menjadi model percontohan sekolah dengan mengutamakan pendidikan karakter ini.

Perlu diketahui, populasi survei nasional ini adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Populasi dipilih secara multi random sampling sebanyak 1220 responden dengan margin of error 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 %

Seperti disampaikan Sirojudin, bahwa survei nasional ini terkait dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

“Berdasarkan hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat sangat puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo selama dua tahun terakhir ini,” ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved